Jakarta–Rupiah boleh jadi rentan fluktuasi, namun, prospek ekonomi Indonesia masih menjanjikan. Research Analyst Forextime, Lukman Otunuga mengatakan Rupiah terombang-ambing tajam pada perdagangan kemarin mendekati Rp13.240/USD karena kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS yang baru memukul mata uang negara berkembang.
Gelombang penghindaran risiko pun menghantam seluruh pasar finansial termasuk pasar saham negara berkembang.
Kendati demikian, lanjut Lukman, walaupun Rupiah terancam terus merosot karena penghindaran risiko yang mengganggu ketertarikan investor terhadap mata uang negara berkembang, prospek ekonomi Indonesia masih menjanjikan.
Hal ini mengingat data pengangguran terbaru di Indonesia masih menampilkan stabilitas ekonomi. (Selanjutnya : Ekonomi Indonesia dapat bertahan dari dampak global)
Page: 1 2
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More
Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More
Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More
Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah berbalik dari rugi Rp73,73 miliar (2024) menjadi laba Rp150,71 miliar… Read More
Poin Penting: Anggota DPR mendesak pemerintah segera intervensi pasar menyusul harga plastik naik yang membebani… Read More