Jakarta–Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pemindahan pusat administrasi pemerintahan dari Jakarta ke daerah ke Palangkaraya, memerlukan waktu yang cukup lama, hal itu dikarenakan oleh proses prosedural di dalam pemerintahan.
“Untuk persiapan-persiapan pemindahan ini butuh waktu lama ini malah bisa empat hingga lima tahun,” ungkap Bambang kala menghadiri Rapat Kerja RAPBN 2018 bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kompleks DPR-RI, Jakarta, Rabu 5 Juli 2017.
Bambang mebambahkan, Presiden Joko Widodo juga terus memberikan arahan agar terciptanya model kota yang ideal bila kelak akan diwujudkan pemindahan ibu kota tersebut. Ia juga menjelaskan, saat ini pemerintah baru mulai mengkaji lalu kemudian pada 2018 semua detail akan dibuat oleh Kemementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“2017 itu kita kaji, dan pada 2018 Kementrian PUPR mempersiapkan detail engineering design-nya dalam rangka perpindahakan,” kata Bambang. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More