“Bank Indonesia juga bekerja erat bersama perbankan dan operator dalam melakukan kampanye dan edukasi bagi masyarakat, untuk membangun pemahaman mengenai pembayaran nontunai,” ucapnya.
Sampai saat ini, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) masih menyediakan gardu tol untuk pembayaran tunai hingga 31 Oktober 2017, namun masyarakat tetap diimbau untuk memprioritaskan pembayaran secara nontunai guna mengurangi antrian.
Baca juga: Jelang elektronifikasi Tol, Jasa Marga Lakukan Pembenahan
Anggota BPJT, Kuncahyo sebelumnya pernah mengatakan, bahwa operator tol hanya akan menyediakan satu gardu yang memiliki mesin hibrid untuk melayani multi pembayaran baik tunai dan nontunai di setiap gerbang tol.
“Ini jika ada yang memaksa, misalnya pengguna tol yang baru pertama kali menggunakan uang elektronik (first time user), atau pengguna tol jarak jauh, kita masih sediakan satu gardu saja, biasanya di paling kiri,” katanya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting Amartha Prosper resmi meluncur, tawarkan imbal hasil 6,5–14 persen per tahun dengan konsep… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More