Poin Penting
- Properti komersial masih prospektif berkat tingginya aktivitas ekonomi dan permintaan ruang usaha
- Paramount Land merilis Victoria Central District sebagai CBD baru di Gading Serpong
- Gading Serpong didukung captive market dan tren positif investasi properti komersial.
Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan berbagai tantangan yang dihadapi sektor properti, segmen properti komersial diyakini masih memiliki ruang untuk terus tumbuh. Tingginya aktivitas ekonomi, pertumbuhan kawasan, serta kebutuhan lokasi bisnis yang strategis menjadi faktor pendorong permintaan produk properti komersial.
Sejumlah pengembang kawasan kota mandiri pun masih gencar meluncurkan produk properti komersial. Serapan pasaran pun terbukti masih sangat tinggi. Paramount Land misalnya, berhasil memasarkan sejumlah produk properti komersial premium di Paramount Gading Serpong.
Paramount Land, melihat pasar properti komersial masih memiliki prospek yang baik, terutama di kawasan yang telah memiliki ekosistem bisnis dan komunitas yang matang. Aktivitas ekonomi di kawasan pun sudah berjalan.
Beda halnya dengan kawasan baru yang masih membutuhkan waktu untuk membangun aktivitas ekonomi, kawasan seperti Paramount Gading Serpong sudah memiliki pasar terbentuk atau captive market. Itu pula yang menjadi alasan kawasan ini cenderung lebih diminati pasar. Baik sebagai investasi maupun ekspansi bisnis.
Baca juga: BTN Integrasikan 4,8 Juta Pilihan Properti Rumah123 ke Bale by BTN
Salah satu kekuatan utama kawasan komersial di Gading Serpong adalah keberadaan pasar yang telah terbentuk seiring pertumbuhan kawasan hunian, pendidikan, kesehatan, hingga pusat gaya hidup dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong permintaan yang relatif stabil terhadap ruang usaha.
Terbaru, Paramount Land merilis kawasan komerisal baru seluas 6 hektare di Paramount Gading Serpong, yakni Victoria Central District. Produk pertama kawasan ini, Maxim Square sudah rilis April tahun lalu dengan harga mulai Rp3,6 miliar sampai Rp10,3 miliar.
Menurut Ferry John Sihombing, Sales & Marketing Director Paramount Land, produk komersial baru ini berlokasi strategis di pusat Gading Serpong, sehingga memiliki akses mudah dan visibilitas tinggi. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai pusat bisnis dan transaksi, tetapi juga sebagai destinasi aktivitas dan berbagai event. Lokasinya berdekatan dengan pusat perbelanjaan, rumah sakit, hotel, institusi pendidikan, kawasan hunian, dan CBD Gading Serpong.
“Berada di kawasan yang sangat ramai dengan jalan boulevard yang dilewati lebih dari 15 ribu kendaraan per jam, sehingga captive market sudah terbentuk dengan sendirinya dan memudahkan pebisnis dalam mengembangkan atau memperkenalkan usahanya,” kata Ferry dalam keterangan resmi, Senin, 22 Juni 2026.
Sementara, Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land menambahkan, Victoria Central District menjadi satu-satunya CBD di pusat Gading Serpong. Kawasan ini digagas sebagai pusat baru untuk bisnis, gaya hidup, dan investasi strategis di Gading Serpong.
“Dirancang sebagai CBD masa depan, kawasan ini menyatukan area komersial premium, atraksi gaya hidup, business hub, komunitas hunian yang sudah terbentuk ke dalam ekosistem yang terintegrasi,” lanjutnya.
Kota mandiri Gading Serpong memang menjadi salah satu pusat bisnis utama di wilayah Tangerang. Ada beberapa faktor yang menjadi pendorong.
Pertama, kawasan ini memiliki aksesibilitas yang baik dan didukung konektivitas yang memadai dengan berbagai wilayah di Jabodetabek. Kedua, fasilitas kota yang lengkap menciptakan aktivitas ekonomi berkelanjutan. Ketiga, pengembang berupaya menghadirkan produk yang adaptif terhadap kebutuhan pasar dan perkembangan tren bisnis.
Baca juga: Kredit Properti Capai Rp1.684,9 Triliun di April 2026, Tumbuh 17,5 Persen
Di luar itu, konsep pengembangan kawasan terpadu yang mengintegrasikan hunian, area komersial, fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga pusat gaya hidup juga menjadi nilai tambah.
Sebagai tambahan, investasi properti komersial kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia terus tumbuh positif. Berdasarkan laporan JLL, investasi properti komersial di Asia Pasifik tembus US$47 miliar di kuartal pertama 2026.
Angka itu naik secara tahunan sekaligus menjadi rekor tertinggi di periode kuartal pertama. Pertumbuhan itu sekaligus merefleksikan tingginya kepercayaan investor. (*) Ari Astriawan


