Program Tol Laut Diklaim Tekan Biaya Logistik Hingga 25%

Program Tol Laut Diklaim Tekan Biaya Logistik Hingga 25%

Tiga Tahun Memerintah, Jokowi-JK Garap 13 Tol Laut
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Program tol laut yang telah dijalankan pemerintah, dianggap dapat menekan biaya logistik menjadi lebih murah. Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi mengatakan, program tol laut ini bisa menurunkan biaya logistik hingga 25%. 

Alasannya, kata dia, selama ini banyak orang mengandalkan angkutan darat untuk logistik. Padahal jelas dia, angkutan darat mulai dari infrastruktur hingga muatan sangat terbatas. Sehingga, angkutan laut bisa menjadi pilihan alternatif, terlebih, Indonesia merupakan negara kepulauan. 

“Contoh kalau truk itu sebesar-besarnya berapa ton paling 45 ton itu pun jalannya rusak. Jadi potensi yang terbesar itu dari laut, laut pakai kapal mau ukuran berapa 10.000 ton, 3.000 ton, bahkan 50 ribu ton, atau super tanker minyak 300 ribu ton. Selama infrastrukturnya memadai, kalau nggak kapal juga nggak bisa sandar,” ujar Widodo dalam keteranganya di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2020.

Menurut Widodo, adanya tol laut juga menjadi momentum memperbaiki infrastruktur dan menghadirkan investasi. Dengan adanya tol laut, mau tak mau pelabuhan di daerah pelosok dikembangkan sehingga bisa menyandarkan kapal yang bermuatan besar. Selain itu, dengan biaya logistik yang murah, bakal membuat investor tertarik berinvestasi di Indonesia.

“Apalagi ada pandemi covid, kalau bicara ekonomi logistiknya harus jalan, Engga mungkin jalan kalau engga ada infrastrukturnya. Dan engga mungkin swasta bangun harus pemerintah dulu, baru turunannya pengusaha, BUMN, swasta,” ucapnya.

Dalam hal ini, Widodo menambahkan, KCN juga mengambil peran dalam program tol laut ini. Sebab, dengan adanya dermaga yang dikelola KCN, proses bongkar muatan barang curah bisa dikerjakan oleh KCN.

“Kalau dari Kemenhub, tugasnya KCN kan mendukung pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan Tanjung priok itu kan internasional itu tak boleh dua jenis barang untuk kegiatan. Contoh Tanjung priok dikhususkan barang kontainer tak boleh barang curah, nah barang curahnya di KCN,” tukas dia.

Asal tahu saja, KCN sedang melakukan pembangunan dermaga atau Pier 2 dan Pier 3 Pelabuhan Marunda. Jika Pier 1, 2, dan 3 rampung dibangun, maka KCN bisa melakukan dwelling time di Tanjung Priok dari 6 hari menjadi 2,8 hari. Secara tahunan, pelabuhan yang dikelola KCN, bisa menampung kapasitas kapal dan aktivitasnya sebesar 35 juta ton sampai 40 juta ton. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]