Poin Penting
Jakarta - Rumah mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan kasus korupsi tata kelola perkebunan dan industri kelapa sawit periode 2015-2024.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penegak hukum menelusuri dokumen dan barang bukti. Penyidikan berkaitan dengan kebijakan sektor kehutanan dan perkebunan pada dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Hingga kini, Kejagung menegaskan status Siti Nurbaya adalah sebagai saksi. Proses penyidikan pun masih terus berjalan.
Baca juga: Masih Tunggu DPR, OJK Gandeng KLHK Siapkan Penyelenggaraan Bursa Karbon
Siti Nurbaya Bakar bukan figur baru di pemerintahan. Ia dikenal sebagai birokrat senior dengan rekam jejak panjang. Kariernya membentang dari birokrasi daerah hingga pemerintah pusat. Ia kemudian bertransformasi menjadi politisi dan menjabat menteri selama dua periode.
Siti Nurbaya Bakar lahir di Jakarta pada 28 Juli 1956. Ia menempuh pendidikan tinggi di Institut Pertanian Bogor (IPB). Pendidikan magisternya diselesaikan di International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede, Belanda.
Ia kemudian meraih gelar doktor dari IPB bekerja sama dengan Siengen University, Jerman. Latar belakang akademiknya banyak berkaitan dengan perencanaan wilayah dan pengelolaan sumber daya alam.
Baca juga: Terapkan Prinsip Hijau, Pupuk Indonesia Grup Raih Penghargaan dari KLHK
Karier birokrasi Siti Nurbaya dimulai dari daerah, khususnya di Provinsi Lampung. Dari sana, ia menanjak ke level nasional. Sejumlah posisi strategis pernah diembannya, antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Reputasinya sebagai birokrat membuatnya dikenal sebagai figur teknokrat. Ia kerap disebut memiliki pengaruh kuat di balik layar pemerintahan.
Pada 2013, Siti Nurbaya bergabung dengan Partai NasDem. Setahun kemudian, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia menjabat posisi tersebut selama dua periode, dari 2014 hingga 2024.
Page: 1 2
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More