Jakarta - Sosok Endah Subekti Kuntariningsih, Bupati Gunungkidul, tengah menjadi perbincangan publik dan viral di media sosial.
Endah, yang juga merupakan satu-satunya bupati perempuan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi sorotan setelah videonya memarahi pelaku pencatutan namanya beredar luas.
Dalam video yang juga diunggah di akun Instagram miliknya, @endah_subekti_k, tampak Bupati Endah Tengah menginterogasi pelaku di sebuah ruang tamu. Di tengah proses itu, Endah membanting asbak di atas meja yang berada di antara mereka.
"Jangan menganggap saya bodoh! Wis jelas kowe sing njaluk duit (sudah jelas kamu yang meminta uang)!!" bentak Bupati Endah kepada pelaku.
"Kowe ngerti ra janjiku yen dadi bupati? Yen ono sing ngganggu rakyatku sampai dewekne lecet kulit e, mungsuh karo aku, ngerti opo ora (kamu tahu tidak janjiku kalau jadi bupati? kalau ada yang mengganggu rakyatku sampai lecet kulitnya, musuh sama aku, tahu apa tidak?)," tambah Endah dengan nada tinggi.
Baca juga: Waspada! Ini Bentuk Penipuan yang Sering Jebak Perempuan
Dalam keterangan video tersebut disebutkan bahwa pelaku mencatut nama Bupati Endah untuk menipu warga dengan modus menjanjikan ASN. Tak hanya itu, pelaku disebut kembali melakukan penipuan dengan merental, menggadaikan, bahkan menjual mobil milik warga Gunungkidul.
"Pelaku pencatutan nama Bupati Gunungkidul yg melakukan penipuan dg Modus Memasukkan Warga Mjd ASN ternyata Beraksi Lagi, Yang bersangkutan Membuat Kejahatan Baru dg Merental, menggadaikan, bahkan menjual mobil milik Warga Gunungkidul, tadi malam Pelaku Diserahkan oleh Bupati Gunungkidul Ke Polres, bupati Gunungkidul langsung ke TKP kemudian Koordinasi dg Wakapolres, Kabagops , dan Reskrim unt Menindaklanjuti, kepada seluruh warga masyarakat yang merasa dirugikan atau menjadi korban oleh oknum tersebut bisa segera melapor ke Polres Gunungkidul secepatnya," demikian bunyi caption video tersebut.
Lantas siapa sosok Endah Subekti Kuntariningsih, Bupati Gunungkidul itu sebenarnya?
Dikutip dari Wikipedia, Endah Subekti Kuntariningsih lahir pada 23 Maret 1976 di Gunungkidul. Ia merupakan politikus yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul periode 2019–2024, sebelum dilantik sebagai Bupati Gunungkidul pada 20 Februari 2025. Dalam Pilkada 2024, ia berpasangan dengan Joko Parwoto sebagai wakil bupati terpilih.
Riwayat Pendidikan
Endah menempuh pendidikan di sejumlah lembaga pendidikan sebagai berikut:
- SDN Kenteng 1 Ponjong (1982-1988)
- SMP Negeri 2 Ponjong (1988-1991)
- SMA-SMEA Muhammadiyah Karangmojo (1991-1994)
- S1 - STIE YKPN Yogyakarta (2002-2004)
- S2 - Universitas Diponegoro (2023-2025)
Baca juga: Sekolah Rakyat Diapresiasi DPR, Siap Jadi Model Pendidikan Masa Depan
Endah merupakan istri dari almarhum Tjatur Gono dan memiliki dua anak, yaitu Raya Mukti Nur Wicaksono dan J. Arga Saloka. Arga saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD DIY periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan.
Karier profesional Endah dimulai dari sektor swasta:
- CV Dian Kencana (1994-1996) sebagai supplier dan maintenance
- CV Cipta Mandiri (1996-1997)
- Konsultan pajak di PT Prima Makarti Manunggal (2004-2008)
Karier politiknya dimulai tahun 2011 sebagai tenaga ahli Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DIY. Ia kemudian terpilih sebagai anggota legislatif pada 2014 dan menjabat sebagai Ketua DPRD Gunungkidul pada 2020–2024.
Baca juga: Gunungkidul Miliki Potensi Besar Untuk Jadi “New Bali”
Laporan Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 24 Maret 2025, Endah Subekti Kuntariningsih tercatat memiliki total kekayaan senilai Rp5,18 miliar. Berikut rincian kekayaannya:
Tanah dan Bangunan:
- Tanah dan bangunan seluas 1.109 m2 di Gunungkidul Rp200.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 6.200 m2 di Gunungkidul Rp2.500.000.000
Alat Transportasi dan Mesin:
- Mobil Peugeot Sedan 2004 Rp68.500.000
- Motor Kawasaki Ninja 2014 Rp48.500.000
- Mobil Mitsubishi Lancer GLX 1991 Rp48.500.000
- Motor Yamaha 2PK 2015 Rp18.500.000
- Motor Yamaha Mio 2012 Rp8.500.000
- Mobil Suzuki 6G5VX 2020 Rp493.500.000
- Mobil Mitsubishi Pajero Sport 2020 Rp697.500.000
Aset Lain:
- Harta Bergerak Lainnya Rp950.000.000
- Kas dan Setara Kas Rp150.749.000
- Harta Lainnya Rp1.000
Total Harta Kekayaan Rp5.184.250.000. (*)










