Poin Penting
- Amien Rais menjadi sorotan usai mengunggah video terkait kedekatan Presiden Prabowo dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang kini sudah tidak tersedia di kanal YouTube miliknya.
- Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan isi video tersebut hoaks dan mengandung fitnah.
- Amien Rais dikenal sebagai tokoh reformasi, eks Ketua MPR RI, pendiri PAN dan Partai Ummat.
Jakarta – Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, kembali menjadi perhatian publik setelah mengunggah video yang membahas hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Video berdurasi sekitar 8 menit itu sempat tayang di kanal YouTube Amien Rais Official dengan judul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral”. Namun, saat artikel ini dimuat konten tersebut sudah tidak dapat diakses.
Dalam pernyataannya, Amien menyinggung dugaan kedekatan yang disebutnya tidak sekadar profesional, melainkan mengarah pada relasi personal.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membantah isi video tersebut.
“Isi video tersebut adalah Hoaks, Fitnah serta mengandung Ujaran Kebencian,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, seperti dikutip dari situs resmi Kemkomdigi, Senin, 4 Mei 2026.
Baca juga: Menkomdigi Ungkap Risiko Besar Kejahatan Digital terhadap Perempuan dan Anak
Meutya juga menegaskan narasi tersebut tidak berdasar fakta dan berpotensi memicu kegaduhan publik.
“Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian dari upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa,” tambahnya.
Jejak Amien Rais di Panggung Nasional
Di luar polemik tersebut, Amien Rais dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Reformasi 1998. Ia lahir di Surakarta pada 26 April 1944 dan tumbuh dalam lingkungan keluarga Muhammadiyah yang kuat.
Sejak muda, ia aktif dalam isu sosial dan politik. Amien Rais menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Hubungan Internasional dan lulus pada 1968.
Ia kemudian melanjutkan studi ke luar negeri dengan meraih gelar master dari University of Notre Dame dan doktor dari University of Chicago di bidang ilmu politik.
Baca juga: Kemensos Ajukan Ribuan Guru untuk Sekolah Rakyat, Rekrutmen Segera Dibuka?
Sepulang ke Indonesia, Amien berkarier sebagai akademisi dan menjadi guru besar ilmu politik di UGM. Ia dikenal sebagai pakar politik internasional dan Timur Tengah.
Dari Reformasi hingga Partai Politik
Karier politik Amien Rais menguat saat menjabat Ketua Umum Muhammadiyah pada 1995–1998. Namanya melambung sebagai salah satu tokoh sentral Reformasi 1998 yang mendorong berakhirnya Orde Baru.
Ia kemudian mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) pada 1998 dan menjadi ketua umum pertama. Amien juga pernah menjabat Ketua MPR RI periode 1999-2004 serta terlibat dalam proses amandemen konstitusi.
Baca juga: Indonesia Masih Ketergantungan Impor Plastik, Ini Buktinya!
Masih dalam perjalan politiknya, Amien Rais lalu mendirikan Partai Ummat pada 2020 dan terus vokal menyuarakan berbagai isu nasional. Pada Pilpres 2024, Amien Rais bersama partainya menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran. (*)




