Keuangan

Premi Asuransi Komersial Cuma Tumbuh 0,88 Persen pada Mei 2025

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan pendapatan premi dari lini asuransi komersial hanya naik tipis 0,88 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp138,61 triliun pada Mei 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengungkapkan penyebab utama lambatnya laju premi asuransi komersial berasal dari kontraksi pada sektor asuransi jiwa yang turun 1,33 persen yoy menjadi Rp72,53 triliun.

Sebaliknya, premi asuransi umum dan reasuransi masih menunjukkan pertumbuhan moderat sebesar 3,43 persen yoy dengan nilai Rp66,08 triliun.

Baca juga: OJK Susun POJK Baru Gantikan SEOJK 7/2025 soal Asuransi Kesehatan

“Dari sisi asuransi komersial, total aset mencapai Rp939,75 juta atau naik 4,30 persen year-on-year,” ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Juni 2025, Selasa (8/7).

Secara total, aset industri asuransi per Mei 2025 tercatat sebesar Rp1.163,62 triliun, tumbuh 3,84 persen yoy.

Namun, angka pertumbuhan tersebut masih di bawah laju inflasi kesehatan dan kenaikan klaim, yang sejak tahun lalu menjadi momok besar bagi industri.

Baca juga: OJK Terima 8.752 Aduan Entitas Keuangan Ilegal, Paling Banyak Pinjol

Meski demikian, dari sisi ketahanan finansial, OJK menyatakan industri masih dalam kondisi prima. Risk-based capital (RBC) untuk asuransi jiwa mencapai 480,77 persen, dan asuransi umum, serta reasuransi sebesar 311,04 persen, jauh di atas ambang batas aman yang ditentukan OJK, yakni 120 persen.

“Secara umum, permodalan industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi yang solid,” imbuh Ogi. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

16 mins ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

23 mins ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

11 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

11 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

12 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

12 hours ago