Premi ACA 2025 Tumbuh 17 Persen di Tengah Perlambatan Industri

Premi ACA 2025 Tumbuh 17 Persen di Tengah Perlambatan Industri

Poin Penting

  • ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di atas rata-rata industri asuransi umum (5-6 persen).
  • Rata-rata pertumbuhan premi ACA lima tahun terakhir sekitar 18 persen, menunjukkan tren pertumbuhan stabil dan signifikan.
  • Syarifuddin menekankan pertumbuhan ACA jauh lebih tinggi dibanding industri asuransi umum dan jiwa, yang masing-masing hanya tumbuh 5-6 persen dan 3-4 persen.

Jakarta – Di tengah perlambatan pertumbuhan industri asuransi umum, PT Asuransi Central Asia (ACA) justru mencatatkan kinerja yang kontras.

Sepanjang 2025, perusahaan membukukan premi sekitar Rp6 triliun, tumbuh sekitar 17 persen secara tahunan, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan industri yang diperkirakan hanya 5-6 persen.

Direktur Teknik ACA, Syarifuddin, menyebut capaian tersebut merupakan hasil konsistensi pertumbuhan dalam lima tahun terakhir.

“Kalau kita lihat rata-rata pertumbuhan premi ACA selama lima tahun terakhir, angkanya sekitar 18 persen. Ada periode tertentu yang tumbuh di atas 25 persen, ada juga yang 10-15 persen. Tahun 2025 sendiri tumbuh 17 persen, masih di atas rata-rata industri,” jelasnya kepada Infobank di Jakarta, Jumat (6/2).

Baca juga: ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam Senilai USD 11,04 Juta

Sebagai pembanding, Syarifuddin mengungkapkan bahwa pertumbuhan industri asuransi umum pada 2025 relatif terbatas, sementara asuransi jiwa bahkan lebih rendah.

“Industri asuransi umum mungkin tumbuh sekitar 5-6 persen, asuransi jiwa lebih rendah lagi, bisa 3-4 Jadi ketika ACA bisa tumbuh 17 persen, itu jelas di atas rata-rata,” tuturnya.

Baca juga: Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Ia mengakui, laju pertumbuhan ACA saat ini jauh berbeda dibanding lima hingga enam tahun lalu.

“Saya juga agak kaget. Lima atau enam tahun lalu premi ACA masih di kisaran Rp2,5-2,6 triliun, dengan pertumbuhan hanya 4-5 persen. Sekarang sudah tembus Rp6 triliun,” imbuhnya. (*) Alfi Salima Puteri

Related Posts

News Update

Netizen +62