Poin penting:
- Puan Maharani meminta wacana penggabungan BMKG dan Badan Geologi dikaji secara menyeluruh.
- DPR mendukung penggabungan jika pemerintah dapat membuktikan langkah tersebut lebih efektif.
- Penambahan anggaran dinilai tidak masalah selama manfaatnya lebih besar bagi masyarakat.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto ingin menggabungkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan Badan Geologi menyusul rentetan bencana. Wacana itu langsung mendapat respons dari Ketua DPR RI Puan Maharani.
Puan meminta rencana tersebut dikaji secara menyeluruh sebelum pemerintah mengambil keputusan. Menurutnya, kedua lembaga memiliki tugas dan fungsi yang berbeda.
Karena itu, penggabungan harus benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat. DPR tidak ingin perubahan kelembagaan hanya dilakukan tanpa dampak yang lebih baik.
Baca juga: BNPB Minta Tambahan Anggaran Rp5,67 Triliun untuk Penanganan Bencana 2026
Puan mengatakan pemerintah perlu memastikan tujuan penggabungan kedua lembaga tersebut. Kajian juga harus mengukur manfaatnya bagi masyarakat.
“Jadi, lebih baik dikaji dulu dan pengkajiannya itu harus memang bermanfaat,” kata Puan usai rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, dikutip Antara, Selasa (8/9).
Menurut Puan, DPR terbuka terhadap rencana tersebut jika hasil kajian menunjukkan peningkatan efektivitas. Sikap itu membuat wacana penggabungan Badan Geologi dan BMKG masih terbuka.
DPR Siap Dukung Jika Lebih Efektif
Puan menegaskan DPR akan mendukung langkah pemerintah jika penggabungan dianggap lebih efektif. Dukungan tersebut tetap bergantung pada hasil pembahasan dan kajian pemerintah.
Ia juga tidak mempermasalahkan rencana penambahan anggaran bagi lembaga terkait. Namun, tambahan anggaran harus memberikan manfaat yang lebih besar.
“Bagi kami tidak apa-apa (anggaran ditambah). Namun, harus manfaatnya harus lebih baik daripada sebelumnya,” ucap Puan.
Baca juga: BMKG Deteksi Tsunami di Sulut dan Malut usai Gempa M 7,7 Guncang Filipina
Prabowo Bahas Penggabungan Usai Rentetan Bencana
Rencana penggabungan muncul setelah sejumlah bencana melanda Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Prabowo kemudian membuka kemungkinan penataan kelembagaan untuk memperkuat penanganan persoalan tersebut.
Presiden menyampaikan rencana itu saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah kementerian dan lembaga. Rapat tersebut berlangsung pada Senin (8/9).
Pemerintah masih akan membahas lebih lanjut rencana penggabungan tersebut. Sementara itu, DPR menekankan kajian harus memastikan perubahan membawa manfaat nyata.
Wacana penggabungan Badan Geologi dan BMKG kini masih berada dalam tahap pembahasan. DPR menunggu kajian pemerintah sebelum menentukan dukungan terhadap rencana tersebut. (*)
Editor: Yulian Saputra


