Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026, Jumat, 15 Agustus 2025. (Tangkapan layar YouTube @KemenkeuRI: Julian)
Jakarta – Pemerintah mempersiapkan langkah secara bertahap untuk memperkecil defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam tujuan anggaran seimbang atau balance budget.
Hal tersebut seiring dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalan Nota Keuangan 2026 yang menargetkan defisit bisa mencapai nol persen di tahun 2027 atau 2028.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, saat ini pihaknya masih berfokus terhadap RAPBN 2026. Meski begitu, sinyal dari Prabowo untuk defisit nol persen akan tetap dipersiapkan.
“Untuk balance budget 2-3 tahun, kita lihat di 2026 dulu ya, belum mulai 2026 udah bikin 2-3 tahun. Tapi saya melihat signal dari Presiden jadi nanti kita juga akan siapkan sesuai tadi yang diharapkan,” ucap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026, dikutip, Selasa, 19 Agustus 2025.
Baca juga: Prabowo Patok Defisit 2,48 Persen dari PDB dalam RAPBN 2026
Bendahara negara ini menyebut, pemerintah akan melihat setahap demi setahap dalam target Presiden Prabowo di beberapa tahun ke depan untuk defisit nol persen.
“Tapi kita melihat setahap demi setahap, 2025 juga masih 4 bulan lagi, kita harus kawal. 2026 kita siapkan dan kemudian direction yang dimintakan tadi oleh Bapak Presiden untuk suatu saat Indonesia balance budget. Saya rasa itu adalah sesuatu yang nanti harus kita terus hitung dan nanti pasti dilaporkan kepada Presiden,” pungkasnya.
Baca juga: Strategi Sri Mulyani Kejar Target Pendapatan Negara Rp3.147,7 Triliun di 2026
Seperti diketahui, dalam pidatonya di Nota Keuangan 2026, Prabowo berjanji akan terus melaksanakan efisiensi anggaran guna defisit anggaran negara ditekan sekecil mungkin, bahkan tidak ada defisit di 2027 atau 2028.
“Harapan saya adalah cita-cita saya untuk suatu saat apakah dalam 2027 atau 2028 saya ingin berdiri di depan podium ini untuk menyampaikan bawha kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali,” ucapnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More