Moneter dan Fiskal

Prabowo Ingin APBN Tanpa Defisit, Ini Jawaban Sri Mulyani

Jakarta – Pemerintah mempersiapkan langkah secara bertahap untuk memperkecil defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam tujuan anggaran seimbang atau balance budget.

Hal tersebut seiring dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalan Nota Keuangan 2026 yang menargetkan defisit bisa mencapai nol persen di tahun 2027 atau 2028.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, saat ini pihaknya masih berfokus terhadap RAPBN 2026. Meski begitu, sinyal dari Prabowo untuk defisit nol persen akan tetap dipersiapkan.

“Untuk balance budget 2-3 tahun, kita lihat di 2026 dulu ya, belum mulai 2026 udah bikin 2-3 tahun. Tapi saya melihat signal dari Presiden jadi nanti kita juga akan siapkan sesuai tadi yang diharapkan,” ucap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026, dikutip, Selasa, 19 Agustus 2025.

Baca juga: Prabowo Patok Defisit 2,48 Persen dari PDB dalam RAPBN 2026

Bendahara negara ini menyebut, pemerintah akan melihat setahap demi setahap dalam target Presiden Prabowo di beberapa tahun ke depan untuk defisit nol persen.

“Tapi kita melihat setahap demi setahap, 2025 juga masih 4 bulan lagi, kita harus kawal. 2026 kita siapkan dan kemudian direction yang dimintakan tadi oleh Bapak Presiden untuk suatu saat Indonesia balance budget. Saya rasa itu adalah sesuatu yang nanti harus kita terus hitung dan nanti pasti dilaporkan kepada Presiden,” pungkasnya.

Baca juga: Strategi Sri Mulyani Kejar Target Pendapatan Negara Rp3.147,7 Triliun di 2026

Seperti diketahui, dalam pidatonya di Nota Keuangan 2026, Prabowo berjanji akan terus melaksanakan efisiensi anggaran guna defisit anggaran negara ditekan sekecil mungkin, bahkan tidak ada defisit di 2027 atau 2028.

“Harapan saya adalah cita-cita saya untuk suatu saat apakah dalam 2027 atau 2028 saya ingin berdiri di depan podium ini untuk menyampaikan bawha kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali,” ucapnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

3 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

10 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

11 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

11 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

12 hours ago

Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More

18 hours ago