Jakarta–Ketua Working Group IT Perbanas, Mohammad Guntur mengungkapkan perbankan ke depan punya target kampanye khusus untuk menawarkan sebuah produk ke nasabah. Salah satunya adalah dengan mamanfaatkan potensi sosial media.
Ke depan nantinya lanjut Guntur, guna menekan cost atau biaya yang dikeluarkan perbankan dalam penawaran produk, tidak lagi menggunakan sms atau telephone, tetapi bisa lewat layar ATM, email dll.
“Nantinya itu akan secara otomatis ditawarkan ke nasabah sesuai karakteristik. Jika nasabah berdasarkan data bank dia suka belanja akan ditawarkan diskon-diskon khusus. Sementara kalau ada nasabah lagi banyak uang tidak akan kita tawari kredit juga. Jadi ada penawaran produk sesuai karakteristik nasabah” kata Guntur dalam acara Infobank-Compnet Executive Banking Forum di Jakarta, Kamis 1 Desember 2016. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Target kampanye ini sendiri, sambungnya, perlu dilakukan mengingat biaya yang dikeluarkan bank untuk penawaran juga sangat besar, khususnya lewat sms ataupun telepon.
Hal ini dilakukan juga seiring mulai pesatnya perkembangan teknologi informasi di dunia perbankan, sehingga tidak heran segala sesuatu kegiatan atau aktivitas keuangan dapat dilakukan dengan cepat dan biaya murah. Contohnya, media sosial. Namun, potensi media sosial ini belum banyak dioptimalkan oleh perbankan.
Sayangnya sejauh ini peningkatan penggunaan sosial media dalam berkomunikasi dan sosialisasi termasuk komunitas-komunitas di dalamnya menjadi suatu peluang yang belum ditangkap perbankan. Padahal potensi media sosial dinilai penting dalam memperluas basis nasabah perbankan ke depan.
Bahkan Ia menjelaskan, rata-rata pertumbuhan pengguna internet setiap tahun bisa mencapai 70%. “Pertumbuhan pengguna internet sangat pesat di Indonesia. Hal ini didukung oleh pengguna sosial media,” jelasnya. (*) Dwitya Putra
(Baca juga: Peran Medsos Dalam Mendorong Digital Banking)
Editor: Paulus Yoga




