Target kampanye ini sendiri, sambungnya, perlu dilakukan mengingat biaya yang dikeluarkan bank untuk penawaran juga sangat besar, khususnya lewat sms ataupun telepon.
Hal ini dilakukan juga seiring mulai pesatnya perkembangan teknologi informasi di dunia perbankan, sehingga tidak heran segala sesuatu kegiatan atau aktivitas keuangan dapat dilakukan dengan cepat dan biaya murah. Contohnya, media sosial. Namun, potensi media sosial ini belum banyak dioptimalkan oleh perbankan.
Sayangnya sejauh ini peningkatan penggunaan sosial media dalam berkomunikasi dan sosialisasi termasuk komunitas-komunitas di dalamnya menjadi suatu peluang yang belum ditangkap perbankan. Padahal potensi media sosial dinilai penting dalam memperluas basis nasabah perbankan ke depan.
Bahkan Ia menjelaskan, rata-rata pertumbuhan pengguna internet setiap tahun bisa mencapai 70%. “Pertumbuhan pengguna internet sangat pesat di Indonesia. Hal ini didukung oleh pengguna sosial media,” jelasnya. (*) Dwitya Putra
(Baca juga: Peran Medsos Dalam Mendorong Digital Banking)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More