“Dalam empat tahun terakhir, kami menangani 8.617 kasus kejahatan siber. Lebih dari separuhnya itu terjadi di 2016,” katanya kepada Infobank, di kantornya, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.
Baca juga: Waspada, Modus Cybercrime Pengkinian Data Pribadi
Kasus cybercrime itu, tambah Agung, meliputi berbagai macam bentuk kejahatan, seperti penipuan, pencemaran nama baik, hingga kejahatan ekonomi yang terjadi pada industri jasa keuangan, termasuk perbankan.
Meski kejahatan siber trennya meningkat, namun Agung menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir. Justru sebaliknya, kejahatan siber harus dilawan. “Adanya kejahatan siber tidak untuk ditakuti, tapi harus dihadapi,” pungkasnya. (*) Ari Nugroho
Page: 1 2
Poin Penting IHSG ditutup anjlok 1,37 persen ke 8.280,83 pada 24 Februari 2026, didorong koreksi… Read More
Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More
Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More
Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More
Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More