Poin Penting
- Kementerian ESDM menyiapkan pusat koordinasi dan informasi untuk memastikan pasokan energi aman, memadai, dan dapat diakses seluruh masyarakat selama Ramadan & Idulfitri
- Dengan proyeksi beban puncak 47,20 GW dan cadangan 4,41 GW, PLN menyiagakan 72 ribu personel, 4.901 mobil operasional, 2.005 genset, serta infrastruktur kelistrikan hingga level lokal
- PLN menyiapkan 1.681 SPKLU di jalur mudik utama dan 4.769 unit di seluruh Indonesia, plus layanan digital dan personel 24 jam.
Jakarta – Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 resmi dibuka oleh Kementerian ESDM di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta, Kamis (12/3).
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa Posko Nasional RAFI 2026 yang berlangsung mulai 12 hingga 31 Maret 2026 ini berfungsi sebagai pusat informasi dan koordinasi untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia secara memadai serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Untuk kelancaran posko Ramadan dan Idulfitri ini, yang utama itu adalah bagaimana keselamatan dan kenyamanan masyarakat, tentu ini kita perlu pastikan. Dan juga energi secara cukup dan juga dapat diakses oleh semua pihak tanpa kecuali, ini jadi bagian pengawasan yang kita lakukan,” tegas Yuliot, dalam keterangannya, Jumat, 13 Maret 2026.
Sementara itu, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 2026, Erika Retnowati menegaskan bahwa dengan sinergi yang apik antar seluruh stakeholder di sektor ESDM, berbagai hambatan maupun kendala dapat diantisipasi sejak awal dan ditangani dengan lebih cepat serta efektif.
Baca juga: Penjualan Listrik PLN Capai 317,69 TWh di 2025, Didominasi Sektor Rumah Tangga
“Melalui semangat kolaborasi dan sinergitas antar instansi diharapkan Posko Nasional sektor ESDM ini dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat Indonesia dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dengan aman dan bahagia,” ujar Erika.
Kesiapan PLN
Pada kesempatan tersebut, PT PLN (Persero) menyatakan kesiapannya dalam menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung mobilisasi masyarakat melalui penguatan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa PLN siap mendukung arahan Pemerintah dengan memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman dan terkendali.
Secara nasional, beban puncak selama periode RAFI 2026 diproyeksikan mencapai 47,20 gigawatt (GW), dengan daya mampu pasok pembangkit yang mencukupi sebesar 51,61 GW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 4,41 GW atau sekitar 9,3 persen.
Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga menyiagakan sekitar 72 ribu personel yang bertugas di 4.137 posko siaga, dengan dibekali berbagai peralatan pendukung, seperti 2.005 unit genset, 773 unit Uninteruptible Power Supply (UPS), 1.349 Unit Gardu Bergerak (UGB), 429 unit truk crane, 4.901 unit Mobil Operasional dan 4.594 unit Motor Operasional.
Baca juga: BTN Siapkan Rp23,18 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Transaksi Lebaran 2026
“Kami tidak hanya menjaga pasokan listrik secara agregat nasional, tetapi juga memastikan setiap sistem dan subsistem kelistrikan hingga ke level regional dan lokal dalam kondisi yang aman dan andal,” ujar Darmawan.
Darmawan mengungkapkan, pertumbuhan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada Idulfitri tahun ini, jumlah pemudik yang menggunakan EV diproyeksikan bertambah hampir 10 ribu kendaraan. Dengan demikian, totalnya diperkirakan mencapai lebih dari 23 ribu pemudik EV, atau meningkat sekitar 1,6 kali lipat dibandingkan Idulfitri 2025.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN menyediakan 1.681 unit SPKLU di 994 lokasi sepanjang jalur mudik utama Trans Sumatra–Jawa–Bali, meningkat sekitar 1,7 kali lipat dibandingkan periode Idulfitri 2025.
“Kami memastikan seluruh infrastruktur pengisian daya siap mendukung kebutuhan pemudik kendaraan listrik, sehingga perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman. Tak hanya di jalur utama mudik, secara nasional PLN bersama mitra telah menyiapkan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik strategis di seluruh Indonesia,” jelas Darmawan.
Untuk memastikan layanan kendaraan listrik berjalan lancar, PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU Mobile serta lebih dari 5.000 personel yang bersiaga selama 24 jam.
Pemudik juga dapat memanfaatkan fitur layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile, seperti Trip Planner untuk mengetahui lokasi SPKLU sepanjang rute perjalanan dan AntreEV untuk memantau antrean pengisian daya secara real time. (*)
Editor: Galih Pratama










