Poin Penting
- PLN kerja sama dengan sejumlah perusahaan tambang untuk penyediaan listrik hijau
- Elektrifikasi alat berat berpotensi hemat hingga Rp2 miliar per unit per tahun
- Kolaborasi dorong green mining dan percepat target net zero emissions 2060
Jakarta – PT PLN (Persero) memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi di sektor pertambangan dengan menjalin kerja sama penyediaan listrik hijau dengan sejumlah perusahaan batu bara.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) serta Memorandum of Understanding (MoU) skema Integrated Business Solution untuk mendorong elektrifikasi operasional tambang.
Adapun perusahaan yang menandatangani PJBTL meliputi PT Trubaindo Coal Mining sebesar 30 MVA, PT Sembada Makmur Sejahtera sebesar 55 MVA, PT Marga Bara Jaya sebesar 35 MVA, PT Maruwai Coal sebesar 71 MVA, PT Makmur Sejahtera Wisesa sebesar 106 MVA, serta PT Berau Coal sebesar 29 MVA.
Baca juga: PLN Catat Pertumbuhan SPKLU Sepanjang 44 Persen di 2025
Sementara itu, melalui skema Integrated Business Solution, PLN juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah perusahaan seperti PT Masmindo Dwi Area untuk pembangunan instalasi dan gardu pelanggan, serta proyek rekayasa dan pembangunan instalasi tegangan tinggi di beberapa lokasi tambang.
Dorong Efisiensi dan Tekan Emisi
Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian ESDM, Ari Hendrawanto, mengatakan elektrifikasi alat berat menjadi kunci dalam menekan emisi di sektor tambang, sejalan dengan target net zero emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Menurutnya, konsumsi energi terbesar di sektor tambang berada pada aktivitas pengangkutan dan pemindahan material. Dengan mengganti penggunaan bahan bakar diesel ke listrik, pelaku usaha berpotensi menghemat biaya operasional hingga Rp2 miliar per tahun per unit alat berat.
“Jika diterapkan secara luas, efisiensi yang dihasilkan akan sangat besar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa, 21 April 2026.
Baca juga: Tambang Emas Pani Rampung 83 Persen Menuju Produksi Perdana di Q1 2026
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menambahkan pengembangan green mining menjadi langkah strategis untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga keberlanjutan industri batu bara.
PLN, lanjutnya, siap mendukung kebutuhan listrik sektor tambang melalui layanan yang disesuaikan dengan karakteristik operasional pelanggan, termasuk mengidentifikasi potensi pertumbuhan permintaan listrik dan pengelolaan aset kelistrikan pascatambang.
Dukungan Industri Tambang
Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia, Priyadi, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi antara PLN dan pelaku usaha tambang dapat menciptakan efisiensi sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor.
Dari sisi pelaku usaha, PT Borneo Indobara juga telah memanfaatkan layanan PLN untuk mendukung elektrifikasi operasional. Division Head Project Expansion perusahaan, Adi Supriyatna, menyebut pihaknya tengah mengembangkan infrastruktur kelistrikan untuk mengoperasikan ratusan truk listrik sebagai bagian dari strategi green mining.
“Transisi ini didukung oleh pembangunan infrastruktur kelistrikan secara masif bersama PLN guna mengoperasikan berbagai alat berat listrik serta stasiun pengisian daya bagi 700 unit truk listrik,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra








