Jakarta – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyelenggarakan Rapat Pleno kedua yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin selaku Ketua Harian KNEKS di Kementerian Keuangan Senin (30/05). Rapat ini bertujuan memberikan laporan terkini sekaligus meminta arahan Ketua Harian atas pelaksanaan berbagai program kerja KNEKS, baik 13 Program Prioritas yang telah disepakati pada rapat pleno sebelumnya di 2021, maupun program kerja KNEKS lainnya.
Dalam kesempatan ini, KNEKS melaporkan ada 8 dari 13 program prioritas yang sudah terealisasi dan diharapkan akan memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang besar terhadap perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Tanah Air.
Adapun 8 program yang telah menunjukkan hasil tersebut antara lain, (i) Kodifikasi Data Industri Produk Halal; (ii) Pembentukan Taskforce Lintas K/L Percepatan Implementasi Sertifikasi Halal UMK; (iii) Layanan Syariah Jaminan Sosial Ketenagakerjaan; (iv) Transformasi Pengelolaan Wakaf Uang Nasional; (v) Pusat Data Ekonomi Syariah; (vi) Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat atau Zona KHAS; (vii) Kelembagaan Ekonomi Syariah Tingkat Daerah atau KDEKS; serta (viii) Riset dan Inovasi Produk Halal Berbasis Teknologi.
Semua inisiatif dan fokus capaian mengarah kepada percepatan untuk mewujudkan Pusat Produsen Halal Dunia, yang mana diantaranya terkait pembiayaan, sertifikasi, ekspor dan impor, Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS), Pusat Data Ekonomi Syariah serta riset halal.
“Saya ingin capaian yang dihasilkan hingga saat ini terus dioptimalkan, agar Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia bisa berkontribusi signifikan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga dalam tataran global,” ujar Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI yang juga Ketua Harian KNEKS pada pidatonya, 30 Mei 2022.
Wakil Presiden berpesan agar semua pihak dapat terus bahu-membahu memajukan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia. Selain itu, Wapres juga menuturkan bahwa dengan semakin nyatanya kontribusi Ekonomi Syariah terhadap Perekonomian Indonesia, masyarakat juga akan semakin menantikan kehadiran Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Dalam rapat ini turut hadir pimpinan dari 26 kementerian/lembaga/instansi Anggota dan non-Anggota KNEKS, serta beberapa pemimpin daerah provinsi di Indonesia. Pimpinan yang hadir diantaranya adalah: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, serta perwakilan Kementerian/Lembaga Anggota dan non-Anggota KNEKS.
Rapat yang mengangkat tema “Bergerak Lebih Cepat untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Produsen Halal Terkemuka di Dunia” ini merupakan lanjutan dari Pleno Pertama yang dilaksanakan pada 30 November 2021. Tema ini diambil dengan pertimbangan bahwa pada rapat sebelumnya sudah dilakukan sinergi dan harmonisasi melalui “menyatukan langkah” seluruh pihak yang terlibat, sehingga saat ini adalah momen yang tepat untuk bergerak “lebih cepat” dengan fokus pada waktu dan Program Prioritas. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More
Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More