Jakarta–Presiden Joko Widodo (Jokwi) akhirnya melantik lima orang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk masa bakti 2015-2019 di Istana Negara, Jakarta, Senin, 21 Desember 2015. Lima pimpinan KPK yang dilantik tersebut adalah Agus Rahardjo, Saut Situmorang, Laode Muhamad Syarif, Alexander Marwata, dan Basaria Panjaitan. Kelimanya pun telah mengucapkan sumpah dan janjinya di hadapan Jokowi.
Pengambilan sumpah jabatan ini dilakukan usai pembacaan Keputusan Presiden No.133/P Tahun 2015 tentang Pengangkatan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi masa jabatan Tahun 2015-2019.
Kelima pimpinan KPK itu sebelumnya telah dipilih oleh Komisi III DPR-Ri pada Kamis 17 Desember 2015, dan selanjutnya ditetapkan dalam Rapat Paripurana DPR-RI, pada Jumat,18 Desember 2015 lalu.
Ketua KPK terpilih Agus Raharjo menegaskan bahwa dirinya sudah siap dengan segala resiko menjadi Ketua KPK, mengingat dua ketua sebelumnya telah dikriminalisasi.“Itu sudah resiko dari jabatan kan, jadi mestinya nggak perlu ketakutan,” kata Agus.
Pimpinan KPK yang baru ini, lanjut Agus, masih membutuhkan waktu 1-2 minggu untuk melakukan penyesuaian data-data dan mempelajari fakta-fakta sejumlah kasus besar yang masih belum selesai.
Turut hadir dalam pelantikan pimpinan KPK ini, sejumlah menteri Kabinet Kerja, Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, pimpinan KPK terdahulu, termasuk Ketua Pansel KPK Destry Damayanti.(*) Dwitya Putera
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More