Nasional

PGE Tunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, Ini Rekam Jejaknya

Poin Penting

  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama melalui RUPSLB, menggantikan Julfi Hadi yang mengundurkan diri.
  • Ahmad Yani memiliki rekam jejak kuat di industri panas bumi, termasuk membawa PGE mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah pada 2025.
  • PGE menargetkan ekspansi kapasitas panas bumi hingga 1 GW dalam 2-3 tahun dan 1,8 GW pada 2033 untuk mendukung transisi energi nasional.

Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi menunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, menggantikan Julfi Hadi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Senin, 20 Januari 2026.

Komisaris Utama PGE, Gigih Udi Atmo mengatakan, penunjukan Ahmad Yani sebagai Dirut merupakan langkah strategis untuk memastikan arah bisnis tetap selaras dengan target yang telah ditetapkan. 

“Kami optimistis keputusan strategis ini membuka ruang pengembangan bisnis dan operasional Perseroan yang lebih luas ke depan. Berbekal pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Bapak Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGE sebagai world leading geothermal producer,” ujar Gigih, dalam keterangannya yang diterima Infobanknews, Rabu, 21 Januari 2026.

Profil Ahmad Yani

Sebelumnya, Ahmad Yani menjabat sebagai Direktur Operasi PGE sejak 2023. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang dan pengalaman mendalam di industri panas bumi.

Selama masa jabatannya, Ahmad Yani berperan besar dalam menjaga keandalan operasi, meningkatkan efisiensi pembangkitan, serta memastikan pengelolaan operasional berkelanjutan di seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola perseroan. Pada 2025, ia berhasil membawa PGE mencatatkan rekor tertinggi produksi sepanjang sejarah (all-time high).

Selain penguatan operasional, Ahmad Yani juga mendorong akselerasi pengembangan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi industri panas bumi. Inisiatif tersebut diwujudkan melalui berbagai program, termasuk inisiasi pilot project green hydrogen di Ulubelu serta pengembangan teknologi Flow2Max® dan G-Bionic.

Baca juga: PGE Cetak Laba Bersih USD104,26 Juta per Kuartal III-2025, Ini Faktor Pendorongnya

Berdasarkan pengalaman tersebut, Ahmad Yani menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan kepemimpinan Perseroan dan menjaga kesinambungan visi strategis jangka panjang.

“Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, saya berkomitmen memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional. Di tengah momentum transformasi sektor energi yang semakin menguat, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mengakselerasi pengembangan panas bumi," jelasnya.

PGE, kata dia, menargetkan kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan, yang meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033. Target tersebut ditopang potensi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri guna mendukung ketahanan energi dan agenda Net Zero Emission 2060.

Pemberhentian Julfi Hadi

Dalam RUPSLB yang sama, para pemegang saham mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Julfi Hadi dari jabatannya sebagai Direktur Utama PGE. Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat pengunduran diri yang diterima perseroan pada 25 November 2025.

Baca juga: PLN Gandeng PGE Bentuk Konsorsium Kembangkan Pembangkit Listrik Panas Bumi

Dalam kesempatan ini, Gigih Udi Atmo turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Julfi Hadi selama memimpin PGE sejak 2023.

“Kami mengucapkan terima kasih atas segala sumbangsih tenaga dan pikiran yang diberikan oleh Bapak Julfi Hadi selama menjabat Direktur Utama PGE. Selama masa jabatannya, Bapak Julfi Hadi telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat fondasi bisnis Perseroan,” katanya.

Page: 1 2

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

RUPSLB Bank Nobu Rombak Pengurus, Ini Susunan Terbarunya

Poin Penting Bank Nobu rombak pengurus awal 2026 melalui RUSPLB yang digelar pada 20 Januari… Read More

5 mins ago

Volume Perdagangan Emas Fisik Digital di ICDX Tembus Rp115,6 Triliun pada 2025

Poin Penting Perdagangan emas fisik digital di ICDX melonjak pada 2025, dengan volume 58,65 juta… Read More

46 mins ago

Legislator Ini Ungkap Biang Kerok Tiket Pesawat Domestik Lebih Mahal dari Internasional

Poin Penting Harga tiket pesawat domestik kerap lebih mahal dari internasional, dinilai tidak ideal dan… Read More

59 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Melemah 1 Persen Lebih ke Posisi 9.021

Poin Penting IHSG sesi I melemah 1,24 persen dan ditutup di level 9.021,48 dengan nilai… Read More

1 hour ago

Ini Jadwal Lengkap Fit and Proper Test 3 Calon Deputi Gubernur BI

Poin Penting Komisi XI DPR RI menjadwalkan fit and proper test calon Deputi Gubernur BI… Read More

2 hours ago

OJK dan Kejaksaan RI Perkuat Kerja Sama Penanganan Tindak Pidana Jasa Keuangan

Poin Penting OJK dan Kejaksaan RI memperbarui kerja sama melalui PKS untuk memperkuat penanganan tindak… Read More

2 hours ago