Poin Penting
Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi menunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, menggantikan Julfi Hadi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Senin, 20 Januari 2026.
Komisaris Utama PGE, Gigih Udi Atmo mengatakan, penunjukan Ahmad Yani sebagai Dirut merupakan langkah strategis untuk memastikan arah bisnis tetap selaras dengan target yang telah ditetapkan.
“Kami optimistis keputusan strategis ini membuka ruang pengembangan bisnis dan operasional Perseroan yang lebih luas ke depan. Berbekal pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Bapak Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGE sebagai world leading geothermal producer,” ujar Gigih, dalam keterangannya yang diterima Infobanknews, Rabu, 21 Januari 2026.
Sebelumnya, Ahmad Yani menjabat sebagai Direktur Operasi PGE sejak 2023. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang dan pengalaman mendalam di industri panas bumi.
Selama masa jabatannya, Ahmad Yani berperan besar dalam menjaga keandalan operasi, meningkatkan efisiensi pembangkitan, serta memastikan pengelolaan operasional berkelanjutan di seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola perseroan. Pada 2025, ia berhasil membawa PGE mencatatkan rekor tertinggi produksi sepanjang sejarah (all-time high).
Selain penguatan operasional, Ahmad Yani juga mendorong akselerasi pengembangan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi industri panas bumi. Inisiatif tersebut diwujudkan melalui berbagai program, termasuk inisiasi pilot project green hydrogen di Ulubelu serta pengembangan teknologi Flow2Max® dan G-Bionic.
Baca juga: PGE Cetak Laba Bersih USD104,26 Juta per Kuartal III-2025, Ini Faktor Pendorongnya
Berdasarkan pengalaman tersebut, Ahmad Yani menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan kepemimpinan Perseroan dan menjaga kesinambungan visi strategis jangka panjang.
“Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, saya berkomitmen memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional. Di tengah momentum transformasi sektor energi yang semakin menguat, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mengakselerasi pengembangan panas bumi," jelasnya.
PGE, kata dia, menargetkan kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan, yang meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033. Target tersebut ditopang potensi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri guna mendukung ketahanan energi dan agenda Net Zero Emission 2060.
Dalam RUPSLB yang sama, para pemegang saham mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Julfi Hadi dari jabatannya sebagai Direktur Utama PGE. Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat pengunduran diri yang diterima perseroan pada 25 November 2025.
Baca juga: PLN Gandeng PGE Bentuk Konsorsium Kembangkan Pembangkit Listrik Panas Bumi
Dalam kesempatan ini, Gigih Udi Atmo turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Julfi Hadi selama memimpin PGE sejak 2023.
“Kami mengucapkan terima kasih atas segala sumbangsih tenaga dan pikiran yang diberikan oleh Bapak Julfi Hadi selama menjabat Direktur Utama PGE. Selama masa jabatannya, Bapak Julfi Hadi telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat fondasi bisnis Perseroan,” katanya.
Page: 1 2
Poin Penting Kadin menegaskan komitmen mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan keterlibatan aktif dunia usaha dalam proses… Read More
Poin Penting BI menahan BI Rate di level 4,75 persen pada Januari 2026, dengan suku… Read More
Poin Penting Bank Nobu rombak pengurus awal 2026 melalui RUSPLB yang digelar pada 20 Januari… Read More
Poin Penting Perdagangan emas fisik digital di ICDX melonjak pada 2025, dengan volume 58,65 juta… Read More
Poin Penting Harga tiket pesawat domestik kerap lebih mahal dari internasional, dinilai tidak ideal dan… Read More
Poin Penting IHSG sesi I melemah 1,24 persen dan ditutup di level 9.021,48 dengan nilai… Read More