Nasional

Pesawat Latih Jatuh di BSD Tewaskan 3 Orang, Dijamin Asuransi?

Jakarta – Pada Minggu, 19 Mei 2024 lalu, diketahui terdapat pesawat latih jatuh di lapangan Sunburst Bumi Serpong Damai (BSD), Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Peristiwa tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh AKBP Ibnu Bagus Santoso, yang menyatakan bahwa, pesawat latih itu jatuh sekitar pukul 14.30 WIB dan berangkat dari Bandara Pondok Cabe.

Ibnu menambahkan, terdapat tiga orang korban, di antaranya satu orang penerbang, satu orang teknisi (engineer), dan satu orang penumpang yang berada dalam pesawat latih tersebut.

Lantas, apakah peristiwa jatuhnya pesawat latih tersebut, mendapatkan perlindungan asuransi?

Baca juga: Ini Kronologi Singkat Jatuhnya Pesawat Latih di BSD yang Tewaskan 3 Orang

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila, mengatakan bahwa, asuransi untuk pesawat terbang sendiri biasanya berlaku untuk pesawat komersial. 

“Biasanya memang asuransi dia akan cover yang komersial, even misalnya kaya pesawat latih kalau perang TNI biasanya itu dikecualikan, tapi perlu diliat juga. Kalau misalnya pesawatnya nggak diasuransikan biasanya korbannya juga engga tapi sekali lagi perlu cek ya apakah ada, karena bisa jadi asuransi juga melihat itu risiko yang bisa diasuransikan,” ucap Iwan dikutip, 22 Mei 2024.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)

Lalu, terkait dengan besaran biaya klaim asuransi, Direktur Eksekutif AAUI, Bern Dwyanto, menyatakan, belum terdapat laporan klaim dan siapa penerbit polis asuransinya.

“Kami belum terima laporan klaimnya dan kami belum mengetahui juga siapa perusahaan penerbit polis asuransinya,” ujar Bern.

Baca juga: Intip Spesifikasi dan Harga Pesawat Tecnam P2006T yang Jatuh di BSD

Indonesia Financial Group (IFG)

Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, melihat kasus jatuhnya pesawat latih di BSD tersebut bukan termasuk angkutan umum, tetapi dapat dilakukan cover asuransi oleh Jasa Raharja.

“Itu sebentar, saya tidak tahu apakah itu masuk ke angkutan umum, tapi itu Jasa Raharja,” kata Hexana.

Adapun, dalam website Jasa Raharja, tertulis berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 dan 16 /PMK.10/2017 Tanggal 13 Februari 2017, besaran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas udara mendapat sebesar Rp50 juta untuk meninggal dunia atau cacat tetap (maksimal).

Lalu, untuk perawatan (maksimal) Rp25 juta, penggantian biaya penguburan (tidak mempunyai ahli waris) Rp4 juta, manfaat tambahan penggantian biaya P3K (maksimal) Rp1 juta, dan manfaat tambahan penggantian biaya ambulance (maksimal). (*)

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

14 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

15 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

19 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

20 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

23 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

1 day ago