Keuangan

Perusahaan Asuransi Masih Miliki Risiko Terhadap Reasuransi Luar Negeri

Jakarta – Perusahaan asuransi di Indonesia saat ini masih memiliki risiko terhadap reasuransi luar negeri terkait dengan jumlah transfer premi kepada bukan penduduk yang memperburuk keadaan industri reasuransi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa melihat hal tersebut pemerintah akan terus berupaya mengembangkan dan meningkatkan pertumbuhan industri asuransi dan reasuransi di Indonesia.

“Inilah hal-hal yang harus kami lakukan, untuk mendukung upaya pengembangan dan peningkatan pertumbuhan industri asuransi dan reasuransi di Indonesia melalui peraturan pemerintah No.3 tahun 2020 yang telah dikeluarkan untuk relaksasi batas kepemilikan asing pada bisnis terkait asuransi,” ucap Airlangga dalam Indonesia Re International Conference (IIC) di Jakarta, 28 September 2022.

Ia juga menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian geopolitik saat ini menjadi peluang yang sangat penting bagi industri reasuransi untuk turut serta menjaga ketahanan ekonomi nasional.

“Reasuransi memainkan peran penting dalam memastikan industri asuransi untuk mengenali eksposur apa yang diharapkan dalam waktu dekat dan diharapkan konferensi ini dapat menciptakan suatu yang spesifik dan dapat ditindaklanjuti untuk mengembangkan pertumbuhan industri asuransi di Indonesia,” imbuhnya.

Diketahui, bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juli 2022 mencatat jumlah total aset industri asuransi mencapai Rp1.738 triliun.

Oleh karena itu, dengan kondisi perekonomian Indonesia yang diperkirakan akan terus pulih menjadi kondisi yang menguntungkan dan juga diharapkan menjadi katalisator untuk perkembangan industri asuransi. (*) Khoirifa

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

4 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

5 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

5 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

6 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

6 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

6 hours ago