“Kami sudah melakukan kerja sama dengan koperasi. Tinggal menunggu pihak koperasi saja dalam penyaluran KUR. Nantinya, target penyaluran koperasi akan mencapai Rp50 miliar,” sambungnya.
Masih menurut Lusi, untuk bisa mencapai target sebesar 60 persen dari total penjaminan tadi, pihaknya fokus untuk menggarap penjaminan di wilayah Jawa dan Makassar. Sampai saat ini, pencapaian secara nasional sudah sekitar 59 persen dan angka ini masih akan terus bertumbuh.
Menurutnya, penjaminan KUR yang akan dilakukan perusahaan akan didominasi oleh penjaminan kredit produktif. Lusy optimistis bahwa penjaminan kredit dari sektor pertanian, perikanan dan kelautan, serta industri pengolahan akan berkontribusi sebesar 40 persen dari total penjaminan kredit program.
“Sampai pertengahan Maret tahun ini, penyaluran KUR sudah mencapai Rp8,15 triliun. Terbesar masih disalurkan oleh BRI sebesar Rp6 triliun. Penyaluran KUR juga masih bagus, sampai saat ini masih belum terlihat ada NPL dan ini mencerminkan kondisi yang baik,” tutupnya. (*) Indra Haryono
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More
Poin Penting PLN menjamin pasokan listrik tetap andal selama kebijakan WFH di tengah meningkatnya aktivitas… Read More
Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 DUNIA sedang menghadapi… Read More
Poin Penting OJK mencabut izin usaha BPR Sungai Rumbai karena gagal melakukan penyehatan meski telah… Read More
Oleh Wilson Arafat, Bankir Senior BAYANGKAN sejenak, seorang pemilik usaha kecil di kota kabupaten. Dia… Read More
Poin Penting Chubb Life Insurance Indonesia meluncurkan produk My Critical Illness Protection untuk meningkatkan penetrasi… Read More