Mandiri Optimis Tumbuhkan Penjualan Kartu Kredit 15%
Jakarta– PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) dalam meningkatkan kinerja terbaiknya, optimis dapat meningkatkan volume transaksi kartu debit Mandiri pada tahun ini diangka double digit.
Hal tersebut disampaikan oleh SVP Consumer Deposit Mandiri Trilaksito Singgih H. seusai menyerahkan hadiah program terbaru Thank Goodness It’s Fiestapoin (TGIF) di Jakarta. Dirinya menyebut, pihaknya akan terus menghadirkan inovasi dan juga kerjasama dengan berbagai pihak.
“Kita targetkan transaksi kartu debit tumbuh 20 hingga 25 persen. Dan adanya e-Commerce tahun ini, nasabah bisa menukar poinnya di market place e-Commerce yang telah kerjasama. Dan tahun ini sebisa mungkin kita eksplor semua market place ini,” ungkap Singgih di Jakarta, Rabu 7 Maret 2018.
Baca juga: Mandiri Bidik Nasabah Kartu Kredit Capai 3 Juta
Selain itu, dirinya menjelaskan, sampai akhir tahun 2017 lalu jumlah pemegang kartu debit sebesar 17 juta nasabah namun nasabah yang aktif bertansaksi baru 5 juta. Dan pihaknya optimis pada tahun ini dapat meningkatkan angka nasabah kartu debit aktifnya diangka 7 juta nasabah.
Sebagai informasi, pada periode Januari hingga Desember 2017, total transaksi menggunakan kartu debit Bank Mandiri mencapai 97,2 Juta transaksi dengan volume lebih dari Rp67,6 triliun, atau meningkat 16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More