Jakarta–Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Prof Bustanul Arifin menyikapi kondisi pertanian nasional yang dinilainya masih mendapat rapor merah pada 5 persoalan dasar pertanian.
“Kondisi pertanian terlihat masih mengalami banyak persoalan seperti kapasisas produksi, peningkatan produksi yang tidak dibarengi inovasi baru, total factor productivity (TFP), anggaran yang belum membawakan hasil dan permodalan,” jelas Bustanul di kantor INDEF, Jakarta, Senin, 10 Juli 2017.
Kapasitas produksi pertanian dinilainya sudah menurun, baik sumber daya alam, maupun sumber daya manusia. Hal itu tercermin dari biaya upah petani beras yang hanya Rp86.5930 per hari, dan juga adopsi benih padi unggul yang lambat.
Selain itu peningkatan produksi pangan saat ini dinilai Bustanul tidak banyak didorong oleh perubahan teknologi pertanian dan adaptasi inovasi baru. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More
Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More