Pertamina Angkat Bicara soal Kebakaran SPBE Bekasi, Pasokan LPG Dipastikan Aman

Pertamina Angkat Bicara soal Kebakaran SPBE Bekasi, Pasokan LPG Dipastikan Aman

Poin Penting

  • Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi menyebabkan 12 orang luka tanpa korban jiwa.
  • Dugaan sementara, kebakaran dipicu kebocoran gas yang diperparah korsleting listrik.
  • Kerusakan meliputi kendaraan, kios, rumah warga, dan fasilitas umum, dengan kerugian masih dihitung.

Jakarta – Kebakaran melanda area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam. Kebakaran diduga akibat kebocoran gas.

Atas peristiwa itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan pasokan LPG kepada masyarakat tetap aman.

“Pertamina Patra Niaga Regional JBB memastikan bahwa pasokan LPG kepada masyarakat tetap aman,” ujar Area Manager Communications, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga Susanto August Satria dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, dikutip Antara, Kamis, 2 April 2026.

Baca juga: Ahli Sebut Penerapan SPBE Mampu Perkuat Akuntabilitas Pemerintahan

Ia mengatakan telah menyiapkan skema Regular Alternative Emergency (RAE) dengan dukungan suplai dari SPBE terdekat, yaitu SPBE PT Kenrope Sarana Pratama, SPBE PT Pacific Sumber Segara, dan SPBE PT Dharma Wira Sentosa.

Satria pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panic buying akibat dari kejadian tersebut. “Karena telah disediakan titik suplai pengganti SPBE untuk tetap melayani masyarakat,” katanya.

Korban Kebakaran Dirawat di 4 Rumah Sakit

Insiden kebakaran tersebut mengakibatkan sedikitnya 12 orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut. “Korban dalam perawatan ada 12 orang. Itu warga dan pegawai SPBE. Tapi, secara pasti, saat ini belum masuk laporan,” kata Idham dalam keterangannya di Bekasi.

Para korban luka akibat kebakaran langsung dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan. Idham menyebutkan, mereka saat ini menjalani perawatan di RS Kartika Husada, RSUD Kabupaten Bekasi, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, dan RS Citra Arafiq.

Meski demikian, pihak BPBD belum merinci jenis luka yang dialami para korban dalam insiden kebakaran tersebut.

Kerugian dan Kerusakan Masih Didata

Dampak kebakaran di area seluas sekitar 2.000 meter persegi itu masih dalam tahap pendataan. Namun, sejumlah kerusakan telah teridentifikasi, antara lain 3 unit lapak, 6 unit truk SPBE, dan 7 kendaraan roda dua mengalami kerusakan berat.

“Untuk kerusakan sedang, 4 unit kios, kemudian kerusakan ringan ada 10 unit rumah dan 1 musala,” kata Idham.

Dugaan Penyebab Kebakaran SPBE

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menduga kebakaran di SPBE Cimuning dipicu oleh kebocoran gas di lokasi kejadian.

Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menyampaikan bahwa dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

“Kita tunggu hasil penyelidikan pihak berwajib, termasuk terkait penyebab kebakaran. Namun, infonya kebocoran gas. Informasi ini, saya dapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi,” katanya.

Baca juga: Kebakaran Sumur Minyak Rakyat di Blora Telan Korban, Pemerintah Diminta Lakukan Ini

Ia juga mengungkapkan kemungkinan adanya pemicu lain berupa korsleting listrik yang memicu ledakan gas hingga menyebabkan kebakaran meluas.

“Karena warga bilang ada bau gas. Jadi, pemicunya adalah salah satunya arus pendek yang menyebabkan ledakan gas. Itu berdasarkan informasi,” katanya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62