LTV Berpotensi Mendorong Daya Beli
Belum lama ini, regulator juga telah melakukan pelonggaran Loan to Value (LTV) demi mendongkrak pembiayaan. Hal itu diharapkan dapat berkontribusi mendorong gairah kredit ditengah menurunnya daya beli masyarakat.
Bianto juga mengakui, dengan adanya pelonggaran LTV juga diyakini akan mendorong daya beli masyarakat yang saat ini tengah mengalami kelesuan. Kendati begitu dia menilai dampak pelonggaran LTV akan membutuhkan waktu ke pertumbuhan kredit KPR.
(Baca juga : Kredit PermataBank Diperkirakan Tumbuh Single Digit)
“Perlu waktu sedikit, mungkin gradually akan ada, kan itu kombinasi LTV nya menjadi lebih baik berarti kan bariernya berkurang, demand properti kita liat berangsur-angsur menjadi lebih baik. Jadi pasti ada pengaruhnya,” paparnya.
Sejauh ini, lanjut dia, kualitas kredit di segmen konsumer cukup baik dengan outstanding per September 2016 mencapai Rp30 triliun. Namun demikian, dirinya belum mau memperkirakan pertumbuhan KPR dapat mencapai double digit di tahun ini. (*)
Page: 1 2
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More