Jakarta–Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mengungkapkan permasalahan industri properti masih banyak yang harus diselesaikan, selain soal backlog.
Pengurus Perbanas Bidang Hubungan Masyarakat, Handayani, mengungkapkan beberapa persoalan yang harus diselesaikan di sektor properti saat ini di antaranya adalah akselerasi pemenuhan ketersediaan lahan, penggalakan konsep siap huni, menciptakan hunian berimbang dan bagaimana menciptakan entrepreneurship di bidang perumahan.
Hal-hal tersebut dinilai menjadi Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah dan para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait untuk mendorong sektor ini tetap tumbuh baik di masa mendatang.
“Tantangannya yang dihadapi saat ini lahan dan infrastruktur. Tanah diharapkan tidak dikuasai sekelompok pihak itu saja, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Handayani dalam seminar yang diselenggarakan Infobank dan Perbanas dengan bertema “Sinergi Antara Regulator, Perbankan & Pengembang Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Kredit & Perlindungan Konsumen di Sektor Property” di Jakarta, Selasa, 16 Mei 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More