Jakarta–Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mengungkapkan permasalahan industri properti masih banyak yang harus diselesaikan, selain soal backlog.
Pengurus Perbanas Bidang Hubungan Masyarakat, Handayani, mengungkapkan beberapa persoalan yang harus diselesaikan di sektor properti saat ini di antaranya adalah akselerasi pemenuhan ketersediaan lahan, penggalakan konsep siap huni, menciptakan hunian berimbang dan bagaimana menciptakan entrepreneurship di bidang perumahan.
Hal-hal tersebut dinilai menjadi Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah dan para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait untuk mendorong sektor ini tetap tumbuh baik di masa mendatang.
“Tantangannya yang dihadapi saat ini lahan dan infrastruktur. Tanah diharapkan tidak dikuasai sekelompok pihak itu saja, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Handayani dalam seminar yang diselenggarakan Infobank dan Perbanas dengan bertema “Sinergi Antara Regulator, Perbankan & Pengembang Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Kredit & Perlindungan Konsumen di Sektor Property” di Jakarta, Selasa, 16 Mei 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More