Jakarta – PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) menandatangani Nota Kesepahaman dalam rangka Kerja Sama Program Host To Host dengan Riuconnect. Adapun penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Ade Zulfikar selaku Direktur Teknik BRI Insurance.
Dalam kesempatan tersebut, BRI Insurance bersama Riuconnect membahas mengenai launching web base dari RIU untuk memperlancar business process antara ceding company dan Riu terkait penyelesaian administrasi fakultatif, treaty maupun claim.
Baca juga: Berkat Inovasi Ini, Beli dan Klaim Asuransi BRI Insurance Makin Cepat
“Program ini sangat bagus, karena era digitalisasi udah jadi tuntutan jaman, diharapkan dengan adanya riuconnect mempermudah business process antara ceding dan reasuransi,” ujar Ade Zulfikar dikutip 25 Januari 2024.
Selain itu BRI Insurance juga kerja sama dengan program host to host dengan Riuconnect yaitu untuk meminimalisir kesalahan dalam proses entry data manual dikarenakan berbagai sebab seperti kesalahan teknis, memungkinkan standarisasi proses dalam pekerjaan sehingga menjadi lebih efisien.
Kemudian efisiensi dalam proses cleansing dan validasi data, memaksimalkan pemutakhiran data sebelum di input ke dalam database, efisiensi waktu proses dari data masuk hingga terbitnya laporan, konsolidasi data yang lebih akurat, dan memperkecil peluang ketidakpaduan data.
Baca juga: BRI Insurance Ajak Pedagang Pasar di Kediri Ikuti Edukasi dan Literasi Keuangan
Riuconnect mengapresiasi BRI Insurance karena menjadi Perusahaan yang mendukung perkembangan business di era digitalilasi yang saat ini sangat berkembang pesat. Adanya penandatanganan kerjasama ini diharapkan bisa membantu business process antara ceding company dan reas.
Penandatangan kerjasama BRI Insurance adalah bentuk dari komitmen perusahaan untuk menjadi partner yang terpercaya juga andal, tentunya dalam memberikan solusi perlindungan bagi Masyarakat Indonesia, sesuai dengan visinya yaitu The Most Trusted Partner for Reliable Protection Solution. (*)
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More