Poin Penting
- Bank BSN menghadirkan bundling KPR dan emas agar nasabah bisa memiliki rumah sekaligus aset likuid untuk menjaga keamanan finansial keluarga
- Program ini menyasar dominasi nasabah milenial Bank BSN, sementara fitur cicil emas di Bale Syariah melonjak hampir 5.000 persen
- Bank BSN menawarkan promo KPR dengan margin mulai 2,65 persen dan optimistis memperkuat pasar pembiayaan hunian nasional.
Bekasi – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperkuat penetrasi pasar pembiayaan hunian melalui inovasi produk bundling KPR dan emas untuk menyasar semua segmen konsumen.
Langkah ini merupakan strategi perseroan dalam meningkatkan nilai tambah bagi nasabah sekaligus memperkuat posisi sebagai mitra utama keuangan keluarga.
Direktur Consumer Banking Bank BSN, Mochamad Yut Penta, menjelaskan bahwa pembiayaan KPR Bank BSN saat ini tidak hanya fokus pada pemilikan aset properti, tetapi juga membawa nilai filosofis untuk menjaga jiwa dan keturunan sesuai prinsip Maqasid Syariah. Melalui integrasi KPR dan emas, nasabah kini dapat memiliki hunian sekaligus aset likuid secara bersamaan.
“Melalui bundling KPR dan emas, narasi yang kita bangun adalah nasabah memiliki rumah sekaligus aset likuid. Jadi, selain menjaga jiwa dan keturunan, Bank BSN juga menjaga keamanan finansial keluarga. Hal ini sejalan dengan visi perseroan menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah,” kata Penta di sela acara Penyerahan Simbolis Akad KPR Bonus Emas bersama ISPI Group di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi, Rabu (6/5).
Baca juga: BSN dan REI Perkuat Sinergi Dorong Akselerasi Pembiayaan Hunian Syariah
Penta mengungkapkan bahwa strategi ini sangat relevan mengingat profil nasabah Bank BSN saat ini didominasi oleh kelompok muda. Berdasarkan data perseroan, sekitar 85 persen segmen nasabah merupakan milenial dalam rentang usia 25 hingga 40 tahun.
“Jadi kami tidak membuat program ini untuk menyasar segmen yang baru, tidak. Segmen yang ada sekarang ini 85 persen adalah milenial. Ini adalah umur di mana mereka mulai memikirkan masa depannya dan memiliki literasi keuangan yang relatif lebih baik. Kami pandang program ini sangat cocok buat mereka,” imbuhnya.
Sistem bundling ini, lanjutnya, bersifat inklusif bagi nasabah baru maupun nasabah lama. Bagi nasabah yang telah memiliki KPR di Bank BSN, mereka dapat memanfaatkan fitur cicilan emas secara mandiri sebagai bentuk diversifikasi investasi.
Kinerja fitur cicil emas di aplikasi super apps Bale Syariah mencatatkan pertumbuhan signifikan. Penta menyebutkan, realisasi cicilan emas yang melalui sistem booking melonjak hampir 5.000% dibandingkan tahun sebelumnya.
“KPR kami memiliki sifat margin yang flat (pasti), tetapi emas itu sangat likuid, bisa dijual kapan saja ketika nasabah membutuhkan. Kami melihat investasi emas trennya sedang naik karena dianggap sebagai instrumen investasi yang aman saat ini. Kami ingin terus meningkatkan value bagi customer, baik dari sisi produk maupun teknologi untuk memudahkan mereka bertransaksi,” jelasnya.
Dengan berbagai kemudahan tersebut, Bank BSN menargetkan untuk menjadi primary bank atau bank utama bagi para nasabahnya.
“Harapannya, nasabah mulai dengan ber-KPR di kita, lalu selanjutnya bertransaksi untuk keperluan apa saja melalui Bank BSN. Kami sudah menyediakan Bale Syariah dan banyak fasilitas lainnya untuk mendukung itu,” tegas Penta.
Baca juga: Topang Ekosistem Syariah, Aset Bank BSN Meroket di Atas 2.000 Persen Tembus Rp73 Triliun
Promo Margin Spesial
Dalam kesempatan yang sama, Bank BSN mensosialisasikan rangkaian program pembiayaan hunian non-subsidi terbaru yang berlaku hingga 30 Juni 2026. Untuk pengembang dengan rating Platinum, Gold, atau Kelolaan, termasuk ISPI Group, Bank BSN menawarkan promo margin khusus mulai dari 2,65 persen fixed 3 tahun bagi nasabah primary dan institusi.
Selain itu, tersedia pula margin 3,50 persen fixed 3 tahun dan 4,50 persen fixed 5 tahun untuk segmen pasar sekunder (secondary). Bagi masyarakat umum, Bank BSN menyediakan Promo Reguler dengan skema Fix & Cap serta pilihan margin tetap hingga 10 tahun untuk memberikan kepastian angsuran.
“Dengan jaringan mencapai 672 outlet di seluruh Indonesia, kami optimistis dapat memperkuat posisi sebagai pemimpin dalam ekosistem perumahan nasional,” pungkas Penta. (*) Ari Nugroho


