Poin Penting:
- Bank Jatim menurunkan bunga KUR menjadi 5,99 persen untuk mendukung pelaku usaha mikro dan kecil.
- Khofifah meminta seluruh kepala cabang Bank Jatim proaktif menyosialisasikan program KUR murah di daerah.
- Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi 5,85 persen yoy, lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional.
Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta Bank Jatim terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah, terutama melalui penyaluran pembiayaan yang lebih terjangkau bagi pelaku usaha. Salah satu langkah yang disoroti adalah penurunan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 5,99 persen yang dinilai dapat memperluas akses pembiayaan usaha mikro dan kecil.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Bank Jatim memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memperbesar kontribusinya terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.
“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan Bank Jatim tidak hanya tumbuh secara kinerja tetapi juga semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Khofifah dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 Bank Jatim di Surabaya, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Bank Jatim Bidik 2 Juta Pengguna JConnect hingga Akhir 2026
Peran Bank Jatim Dorong Ekonomi Jawa Timur
Dalam forum tersebut, Khofifah menegaskan Bank Jatim memegang peran strategis dalam mendukung posisi Jawa Timur sebagai pusat gravitasi ekonomi nasional sekaligus Gerbang Baru Nusantara. Menurutnya, kontribusi ekonomi Jawa Timur terhadap nasional terus menunjukkan tren positif.
Ia memaparkan, pada 2025 Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Indonesia dengan kontribusi 14,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan 25,29 persen terhadap ekonomi Pulau Jawa.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat mencapai 5,85 persen secara tahunan atau year on year (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,39 persen. Bahkan pada triwulan I-2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,96 persen.
Khofifah menilai capaian tersebut didukung oleh struktur ekonomi yang kuat, terutama dari sektor industri, perdagangan, dan pertanian yang menjadi penopang utama sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar di wilayah tersebut.
Menurutnya, kondisi itu membutuhkan dukungan sistem keuangan daerah yang adaptif dan mampu menjembatani kebutuhan pembiayaan pembangunan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam konteks itu, Bank Jatim dinilai memiliki posisi penting sebagai lembaga intermediasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Bank Jatim Dinilai Strategis di Tingkat Nasional
Khofifah juga menyoroti posisi strategis Bank Jatim dalam mendukung arsitektur ekonomi nasional. Hal itu terlihat dari keberadaan Kelompok Usaha Bank (KUB) yang menaungi lima bank daerah, yakni NTB Syariah, Bank NTT, Bank Sulawesi Tenggara, Bank Lampung, dan Bank Banten.
Ia menegaskan, Bank Jatim bukan sekadar lembaga keuangan daerah, melainkan motor penggerak ekonomi yang berperan dalam mengalirkan likuiditas, memperkuat sektor riil, dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
“Lebih dari itu, Bank Jatim juga memiliki peran penting sebagai penghubung antara kekuatan fiskal daerah dengan sektor riil yang artinya program-program pemerintah dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi yang produktif melalui dukungan pembiayaan yang tepat sasaran,” katanya.
Baca juga: Bank Jatim Raup Laba Rp1,61 Triliun di 2025, Tumbuh 24,80 Persen
Khofifah Minta Kepala Cabang Proaktif Sosialisasikan KUR
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah secara khusus mengapresiasi langkah Bank Jatim yang menurunkan bunga KUR menjadi 5,99 persen. Menurutnya, kebijakan itu dapat menjadi stimulus penting bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk memperluas usaha secara lebih produktif.
Ia pun meminta seluruh kepala cabang Bank Jatim di daerah lebih aktif merespons visi pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan murah bagi pelaku usaha.
“Saya minta tim dari kepala cabang Bank Jatim di semua daerah ayo proaktif karena 5,99 persen ini good news dan new hope bagi pelaku usaha kecil,” ujar Khofifah.
Melalui kebijakan bunga KUR yang lebih rendah tersebut, Bank Jatim diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai institusi keuangan daerah yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan memperbesar akses pembiayaan bagi sektor usaha produktif di Jawa Timur. (*)
Editor: Yulian Saputra


