Joko Suyanto menambahkan, jelang begantinya masa kepemimpinan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dirinya berharap BPR akan menjadi pilar utama pembentukan regulasi.
“Semoga ke depan OJK akan menjadikan BPR menjadi salah satu pilar, baik dari sisi pengaturan, prudensialnya, bisnisnya dan kerja sama dari semua pihak,” tuturnya.
Baca juga: Ini 5 Masalah yang Gerogoti BPR Secara Internal
Ditemui di tempat yang sama, Direktur Operasi Ritel Jasindo Sahata L. Tobing mengatakan, lewat kerja sama ini nantinya para debitur BPR yang mengambil kredit di sektor pertanian dan peternakan akan mendapatkan manfaat perlindungan dan asuransi oleh perseroan.
“Misalnya ada petani gagal panen atau peternak yang ternaknya hilang dapat diurus ke pihak asuransi, selama dokumen pendukungnya lengkap,” jelas Sahata. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Melalui kehadiran booth ini, BCA Syariah memperkenalkan berbagai produk dan layanan perbankan syariah, yaitu mobile… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group PERTUMBUHAN ekonomi kuartal IV tahun 2025 sebesar… Read More
Poin Penting Fakta persidangan menegaskan proses pengajuan hingga pencairan kredit Sritex berjalan tanpa intervensi direksi,… Read More
Oleh Rizky Triputra, Anggota Komunitas Penulis Asuransi indonesia (Kupasi) CHARTERED Insurance Institute (CII), sebuah lembaga… Read More
Poin Penting Pada pembukaan perdagangan 6 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun tajam dari… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 6 Februari 2026, meliputi Galeri24, UBS,… Read More