Bank Mayapada Siap Terbitkan Obligasi Subordinasi dan Right Issue
Jakarta — Guna perkuat modal, PT Bank Mayapada Internasional Tbk (Bank Mayapada) berencana menerbitkan obligasi subordinasi dan rights issue pada tahun ini.
Haryono Tjahjarijadi, Presiden Direktur Bank Mayapada mengatakan, penerbitan obligasi subordinasi dan rights issue tersebut guna memperkuat rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mayapada yang masih berada di posisi 12,89 persen.
“Terkait rencana penerbitan obligasi subordinasi sesuai rencana bisnis bank yang dilaporkan, kami akan melaksanakan triwulan tiga tahun ini dengan menggunakan audit Maret tahun 2018,” kata Haryono di Mayapada Tower 2 Jakarta, Senin 21 Mei 2018.
Baca juga: RUPST Bank Mayapada Bagikan Dividen Rp273 Miliar
Haryono juga mengatakan, melalui rights issue tersebut pihaknya akan menerbitkan saham baru dengan total target dana Rp2 triliun yang akan digunakan untuk mendongkrak bisnis penyaluran kreditnya.
Selain itu, pihaknya optimis dapat meningkatkan kinerja bisnisnya pada tahun ini. Haryono yakin, dua event nasional akan mendongkrak segmen bisnisnya.
“Pencapaian kita secara umum di kuartal pertama memang tidak mencapai target dan kuartal dua juga kurang lebih belum capai target. Tapi kita percaya sebentar lagi ada Asian games dan lebaran dan dua event ini akan menggerakkan ekonomi dan bisnis kita,” kata Haryono
Sebagai informasi, hingga akhir 2017 lalu Bank Mayapada mencatat laba bersih sebesar Rp675 miliar. Laba bersih tersebut tercatat turun 17,7% dibandingkan tahun 2017 atau year on year (yoy). Sementara pada angka rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mayapada hingga akhir 2017 lalu tercatat berada di posisi 12,89 persen. (*)
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN hingga… Read More
Poin Penting Menag Nasaruddin Umar melaporkan penggunaan jet pribadi ke KPK sebagai bentuk transparansi dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat 1,50 persen ke level 8.396,08 pada Senin (23/2/2026), dengan 468 saham… Read More
Poin Penting KPK menyatakan Menag Nasaruddin Umar bebas sanksi pidana karena melaporkan dugaan gratifikasi jet… Read More
Poin Penting E-wallet berkembang optimal melalui kolaborasi lintas platform dan bukan sekadar transformasi menjadi super… Read More
Poin Penting OJK Jambi awasi ketat tindak lanjut PT Bank Pembangunan Daerah Jambi pascagangguan ATM… Read More