Perbankan

Perkuat Industri Kelistrikan, BNI-Siemens Indonesia Sepakati Pembiayaan Rp300 Miliar

Poin Penting

  • BNI–Siemens Indonesia menjalin kerja sama pembiayaan Rp300 miliar untuk proyek dan modal kerja distributor.
  • Pembiayaan berbasis ekosistem dinilai berisiko terukur dan mendukung kelancaran proyek kelistrikan nasional.
  • Kolaborasi ini mendorong transisi energi dan industri berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran BNI di sektor strategis.

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjalin kerja sama strategis dengan PT Siemens Indonesia untuk memperkuat ekosistem kelistrikan dan industri nasional. Dalam kolaborasi ini, BNI menyediakan fasilitas pembiayaan bagi mitra dan distributor Siemens dengan total plafon Rp300 miliar.

Kerja sama tersebut mencakup pembiayaan proyek (project financing) dan pembiayaan modal kerja yang ditujukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek serta menjaga keberlanjutan arus kas para distributor resmi Siemens di Indonesia.

Penandatanganan kerja sama dilakukan melalui Distributor Financing Corporate Agreement oleh Corporate Banking 1 Division Head BNI Andrean Palonggam dan Chief Financial Officer Siemens Indonesia Yudyliz Sevina Mawuntu di Jakarta, belum lama ini.

Baca juga: Dana Asing Kabur Rp964,14 Miliar, Saham BBCA, BMRI, dan BBNI Paling Banyak Diobral

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, kolaborasi ini sejalan dengan strategi BNI dalam memperluas pembiayaan berbasis ekosistem bisnis, khususnya bagi korporasi global yang memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor kelistrikan, teknologi, dan industri manufaktur nasional.

“Melalui kerja sama ini, BNI memastikan dukungan pembiayaan yang terstruktur dan kompetitif bagi mitra dan distributor Siemens Indonesia, sehingga proyek-proyek strategis dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.

Pembiayaan Berbasis Ekosistem Dinilai Lebih Terukur

Melalui skema Distributor Financing, BNI menyalurkan pembiayaan berbasis transaksi riil kepada distributor Siemens. Skema ini dinilai memiliki profil risiko yang lebih terukur karena didukung oleh hubungan bisnis jangka panjang antara principal dan distributor, serta kebutuhan proyek yang jelas.

Siemens Indonesia merupakan anak usaha Siemens AG, perusahaan teknologi global asal Jerman, yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1973. Perusahaan ini bergerak di bidang manufaktur dan teknologi elektronik serta telah menjadi nasabah BNI sejak 2018, dengan basis operasional di Jakarta Timur dan didukung sekitar 500 karyawan.

Selama beroperasi di Indonesia, Siemens berperan sebagai mitra strategis dalam pengembangan sektor kelistrikan dan industri melalui solusi elektrifikasi, otomatisasi, dan digitalisasi. Inisiatif tersebut mendukung transisi energi serta transformasi industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Baca juga: Kerja Sama Medco dan Siemens Energy Percepat Transisi Energi Berkelanjutan

Okki menambahkan, kerja sama pembiayaan berbasis ekosistem seperti ini memberikan manfaat bagi seluruh pihak, baik principal, distributor, maupun perbankan, karena mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan terukur.

“BNI akan terus memperluas pembiayaan ekosistem untuk mendukung sektor-sektor strategis seperti energi, elektronik, infrastruktur, dan manufaktur, sekaligus memperkuat peran BNI sebagai mitra keuangan utama bagi korporasi nasional dan global,” pungkasnya.

Dengan dukungan pembiayaan Rp300 miliar, kolaborasi BNI dan Siemens Indonesia diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan industri kelistrikan nasional, mendorong investasi sektor strategis, serta membuka peluang usaha di berbagai daerah. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

OJK Cabut Izin Usaha Varia Intra Finance, Ini Alasannya

Poin Penting OJK mencabut izin usaha PT Varia Intra Finance (VIF) melalui SK Anggota Dewan… Read More

1 hour ago

Fundamental Kuat, Amartha Buka Peluang IPO

Poin Penting Amartha buka peluang IPO di Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan… Read More

1 hour ago

OJK Dorong Bank KMBI I Perkuat Permodalan Lewat Konsolidasi

Poin Penting OJK menilai bank KBMI I (modal inti hingga Rp6 triliun) masih berpeluang memperkuat… Read More

2 hours ago

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp13,2 Triliun Sepanjang 2025, Mayoritas ke Sektor Ini

Poin Penting Amartha menyalurkan pembiayaan Rp13,2 triliun pada 2025, tumbuh lebih dari 20% secara tahunan,… Read More

2 hours ago

Tensi Geopolitik Memanas, Praktisi Pasar Modal Imbau Investor Lebih Waspada

Poin Penting Tensi geopolitik mendorong aliran dana ke USD, membuat rupiah tetap rentan meski sempat… Read More

3 hours ago

LPS Ungkap Ada 4 BPR/BPRS Dilikuidasi Imbas Bencana Sumatra

Poin Penting Empat BPR/BPRS dilikuidasi akibat dampak bencana di wilayah Sumatra, dengan kondisi terparah dialami… Read More

3 hours ago