News Update

Perkuat Fokus Bisnis, Cashlez Ganti Nama Menjadi cashUP

Jakarta – PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (Cashlez) resmi mengumumkan perubahan nama menjadi ‘cashUP’. Rebranding ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat fokus bisnis dan mendorong inovasi berkelanjutan di tengah pertumbuhan pesat industri pembayaran di Tanah Air. 

Presiden Direktur PT Cashlez Worldwide Indonesia Willy Chandry mengatakan, rebranding ini menandai transformasi menyeluruh dalam perjalanan perusahaan untuk menjadi mitra teknologi dan solusi pembayaran. 

“Identitas baru ini tidak hanya mencerminkan semangat inovasi yang terus berkembang, tetapi juga komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada pertumbuhan mitra usaha di berbagai sektor,” katanya, di Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2025.

Baca juga : Cashlez Tunjuk Eks Bankir jadi Presiden Direktur Baru, Ini Sosoknya

Ia menuturkan, perubahan brand dan identitas visual perseroan menjadi cashUP membawa filosofi pertumbuhan dan transformasi. 

Sejalan dengan itu, perseroan juga terus berkomitmen terhadap inovasi berkelanjutan dengan meluncurkan perangkat EDC terbaru dengan teknologi dual-screen yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam proses transaksi. 

“Teknologi baru ini memungkinkan merchant mengelola pembayaran dengan lebih cepat dan akurat, sementara pelanggan dapat memantau detail transaksi secara langsung, sehingga menciptakan pengalaman pembayaran yang lebih transparan, interaktif, dan professional,” jelasnya. 

Baca juga : Asyik! Belanja di Jepang Kini Bisa Bayar Pakai QRIS

Saat ini, cashUP terus berperan aktif dalam memperluas akses keuangan bagi para pelaku usaha di seluruh Indonesia, dengan menyediakan berbagai solusi pembayaran dari kartu Kredit, Debit, QRIS, Virtual Account, dan Buy Now Pay Later (BNPL). Inovasi sistem back-office berbasis host-to-host juga menjadi bagian dari upaya efisiensi bagi pelaku usaha.

“Melalui transformasi ini, perseroan optimis dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia jasa pembayaran dan teknologi yang inovatif, inklusif, dan siap menjawab tantangan masa depan,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

53 mins ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

5 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

9 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

10 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

10 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

10 hours ago