Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting

  • Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit berbasis data di Indonesia.
  • Kolaborasi ini menyediakan layanan konsultasi dan analisis kredit untuk membantu lembaga keuangan meningkatkan penilaian risiko dan kualitas portofolio kredit.
  • Inisiatif tersebut juga diharapkan mendukung peningkatan akses pembiayaan, terutama bagi sektor UMKM yang masih menghadapi kendala dalam memperoleh kredit.

Jakarta – Mastercard mengumumkan kerja sama strategis dengan biro kredit swasta CLIK Credit Bureau Indonesia (CLIK Indonesia). Kolaborasi ini akan menyediakan layanan konsultasi yang memberdayakan penerbit kartu dan lembaga keuangan di seluruh Indonesia.

Kerja sama ini disebut-sebut sebagai jawaban atas kebutuhan pasar akan intelijen yang optimal dan berbasis data. Dengan begitu, pemberi pinjaman bisa tumbuh secara bertanggung jawab, meningkatkan pengambilan keputusan, serta menjaga kesehatan portofolio.

Kolaborasi keduanya juga didasari transformasi pesat sektor keuangan Indonesia yang didorong adopsi digital, meningkatnya permintaan kredit dan ekspansi usaha kecil.

Baca juga: Mastercard, Central Department Store, dan BenihBaik.com Hadirkan Sekolah Kesetaraan Gratis

Tren itu membuat lembaga keuangan harus memperluas akses kredit sekaligus menjaga kesehatan portofolio. Maka itu dibutuhkan indikasi dan model yang lebih kuat dalam mitigasi risiko.

CLIK berperan menyediakan riwayat kredit yang diperluas, penilaian prediktif, dan wawasan pembayaran yang lebih mendalam melebihi data yang tersedia dari sumber resmi di Indonesia.

Selanjutnya, dengan memanfaatkan wawasan dari data tersebut, penasihat global Mastercard memberikan strategi yang dapat ditindaklanjuti guna meningkatkan keputusan penilaian kredit (underwriting), mendukung pertumbuhan portofolio yang berkelanjutan, dan memperkuat pemulihan utang.

Pendekatan ini akan mendorong tumbuhnya ekosistem kredit yang lebih matang, berbasis data, dan tangguh di Indonesia. Pemanfaatannya juga lebih luas, termasuk ke lembaga pemerintah, lembaga keuangan, usaha kecil dan menengah, serta individu.

Dukung Pertumbuhan Kredit UMKM

Chief Digital Transformation Officer CLIK Credit Bureau, Lucky Herviana mengatakan, pihaknya senang bisa mendukung kemajuan ekosistem keuangan Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan Mastercard. Kerja sama ini memungkinkan penyediaan layanan konsultasi risiko kredit canggih untuk penerbit kartu dan lembaga keuangan di Indonesia.

“Memanfaatkan keahlian mendalam kami dalam pengembangan skor kredit dan luasnya data kredit nasional kami, kolaborasi ini siap untuk memberikan solusi efektif bagi institusi yang ingin menyelaraskan target pertumbuhan bisnis dengan manajemen risiko yang bijaksana, membuka peluang menjanjikan berbasis portofolio kredit yang sehat dan terkelola dengan baik,” jelas Lucky dalam keterangan resmi, Senin, 16 Maret 2026.

Baca juga: Bos CLIK Beberkan Kekuatan Perbankan RI di Era Transisi Pemerintahan

Pada kesempatan sama, Matthew Driver, Executive Vice President, Head of Services, Asia Pacific, Mastercard menambahkan, ekspansi ,emperluas akses ke kredit yang bertanggung jawab membutuhkan kolaborasi yang kuat di seluruh ekosistem.

“Dengan menyatukan keahlian global Mastercard dalam pengambilan keputusan berbasis data dan manajemen risiko dengan wawasan kredit lokal CLIK yang mendalam, kami membantu lembaga keuangan untuk membuat keputusan yang lebih cerdas dan tumbuh secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Program serupa yang ditawarkan Mastercard di wilayah ini telah membantu lembaga keuangan mencapai tingkat persetujuan hingga 45 persen untuk kartu kredit dan 30 persen untuk pembiayaan pribadi, dengan profitabilitas terealisasi masing-masing dalam waktu sekitar 24 bulan dan 12 bulan.

Baca juga: OJK Proyeksi Kredit UMKM 2026 Tumbuh 7-9 Persen, Ini Pendorongnya

Sebagai informasi, Indonesia memiliki lebih dari 65,5 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan serapan 119 juta tenaga kerja.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), UMKM berkontribusi lebih dari 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Sayangnya, UMKM masih menghadapi kendala dalam mengakses kredit atau pembiayaan untuk naik kelas.

Menurut laporan IMF Article IV tahun 2026, UMKM Indonesia menghadapi biaya pinjaman yang jauh lebih tinggi dan prosedur aplikasi pinjaman yang lebih kompleks dibandingkan negara-negara lain. (*) Ari Astriawan

Related Posts

News Update

Netizen +62