Perkuat Ekonomi Daerah, BPD Bali Tebar Dividen Rp826 Miliar di 2025

Perkuat Ekonomi Daerah, BPD Bali Tebar Dividen Rp826 Miliar di 2025

Poin Penting

  • Dividen Rp826,10 miliar dibagikan Bank BPD Bali dari laba bersih Rp1,101 triliun tahun buku 2025 kepada pemegang saham, mayoritas pemerintah daerah.
  • Kinerja keuangan solid, dengan aset Rp41,38 triliun, kredit Rp25 triliun, NPL rendah 0,80 persen, dan CAR kuat 29,30 persen.
  • Dukungan ekonomi daerah, dividen dan penyaluran kredit—termasuk KUR dan UMKM—diharapkan memperkuat program pemerintah dan kesejahteraan masyarakat.

Jakarta – Bank BPD Bali membagikan dividen tahun buku 2025 kepada para pemegang saham senilai Rp826,10 miliar dari laba bersih yang mencapai Rp1,101 triliun, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2025, pada 3 Februari 2026.

Penyerahan dividen diberikan secara simbolis kepada tiga pemegang saham, yakni Pemkab Badung, Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar. 

Dari jumlah tersebut, Pemprov Bali memperoleh dividen sebesar Rp250,62 miliar, Pemkab Badung menerima Rp363 miliar dan Pemkot Denpasar sebesar Rp92,89 miliar serta telah dibukukan pemberian dividen kepada pemegang saham lainnya. 

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma mengatakan, pemberikan dividen ini diharapkan bisa menunjang program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

“Harapannya dapat menunjang program-program pemerintah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat seperti Sidi Kumbara, penyaluran KUR, kredit program perumahan dan program lain yang digagas pemerintah pusat,” jelas Nyoman, dinukil laman BPD Bali, Rabu, 11 Februari 2026.

Kinerja Keuangan Tumbuh Solid

Dari sisi kinerja, berdasarkan laporan keuangan Desember 2025, total aset Bank BPD Bali mencapai Rp41,38 triliun atau tumbuh 8,01 persen (yoy), sekaligus melampaui target Rencana Bisnis Bank (RBB) sebesar 101,59 persen. 

Kinerja positif ini berdampak langsung pada peningkatan dividen kepada para pemegang saham.

Indikator lain menunjukkan nilai positif terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 29,30 persen, rasio kredit bermasalah (NPL gross) 0,80 persen, rasio NIM 6,33 persen, serta rasio BOPO yang membaik menjadi 62,42 persen.

Baca juga: Wow! Modal Jumbo Rp445 Miliar Siap Disuntikkan ke BPD Bali, Ini Sasarannya

Kredit dan DPK

Penyaluran kredit juga menunjukkan tren positif dengan total kredit mencapai Rp25 triliun atau tumbuh 9,51 persen (yoy). Kredit UMKM tercatat sebesar Rp12,769 triliun atau tumbuh 9,23 persen, didukung penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,769 triliun.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp33,85 triliun atau tumbuh 5,24 persen (yoy). Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan giro dan tabungan masyarakat, tecermin dari rasio CASA sebesar 69,09 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62