Perdagangan Bursa Efek 2022 Ditutup, Investor Pasar Modal Tembus 10,3 Juta

Perdagangan Bursa Efek 2022 Ditutup, Investor Pasar Modal Tembus 10,3 Juta

Perdagangan Bursa Efek 2022 Ditutup, Investor Pasar Modal Tembus 10,3 Juta
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Di tengah ketidakpastian global yang masih terjadi hingga saat ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencatatkan total investor pasar modal mencapai 10,3 juta investor pada penutupan perdagangan BEI 2022, dengan didominasi oleh 81,2% investor dengan usia di bawah 40 tahun.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menjabarkan beberapa pencapaian yang telah dicapai oleh BEI sepanjang tahun 2022 ini, diantaranya adalah pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG), rata-rata nilai transaksi harian (RNTH), serta pencatatan saham.

“Sepanjang tahun ini IHSG berhasil bergerak di zona positif dengan diikuti pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar yang meningkat lebih dari 15% atau setara dengan USD600 miliar,” ucap Iman dalam Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2022 di Jakarta, 30 Desember.

Kinerja IHSG tersebut tercatat dilevel 6.850,52 pada tanggal 28 Desember 2022 atau meningkat 4,09% dari posisi 30 Desember 21 dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp9.509 triliun atau naik 15,2% dibandingkan posisi akhir tahun 2021 yakni Rp8.256 triliun

Kemudian ia menjelaskan bahwa aktivitas perdaganan sepanjang tahun ini masih mencerminkan keyakinan investasi yang masih terjaga terlihat dari RNTH yang tercatat Rp14,7 triliun atau naik 10% dibandingkan posisi akhir tahun lalu yakni Rp13,4 triliun.

“Pertumbuhan pesat ini tidak lepas dari kebijakan tepat yang diambil pemerintah Indonesia, Bank Indonesia, serta OJK dalam meredam dampak ketidakstabilan global yang dapat kita ikuti, di antara bursa ASEAN dan beberapa bursa global kita msih mencatatkan pertumbuhan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, frekuensi transaksi harian juga telah mencapai angka 1,31 juta kali transaksi atau naik 1,1% dibandingkan akhir tahun 2021 dan merupakan nilai tertinggi jika dibandingkan dengan Bursa di Kawasan ASEAN sepanjang empat tahun terakhir.

Lalu, hingga 28 Desember 2022, telah terdapat 59 perusahaan tercatat yang melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan sahamnya di BEI, sehingga sebanyak 825 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI, ini juga merupakan IPO terbanyak di Kawasan ASEAN sejak tahun 2019.

Adapun, sepanjang tahun 2022 ini BEI telah kembali meraih penghargaan The Best Islamic Capital Market 2022 pada Global Islamic Finance Awards (GIFA) selama empat tahun berturut-turut, juga BEI diberikan predikat sebagai The Best Stock Exchange in Southeast Asia.

“Semua pencapaian ini, merupakan kontribusi dari seluruh stakeholder keuangan Indonesia, kami meyakini sinergi yang baik ini menjadi pondasi utama dalam menghadapi scenario tantangan ke depan yang tidak mudah,” ujar Iman. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]