Perbankan

Perbarindo-Privy Jalin Kolaborasi, Dukung Ekosistem Digital Industri BPR

Jakarta – Privy, perusahaan fintech penyedia layanan digital, turut berpartisipasi dalam Seminar Nasional bertajuk “Masa Depan Bank Perekonomian Rakyat dalam Ekosistem Digital dan Tantangan Ekonomi Global 2025” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo).

Seminar berlangsung di Hotel Mercure Jakarta ini dihadiri lebih dari 200 Bank Perekonomian Rakyat (BPR/S) dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum DPP Perbarindo, Tedy Alamsyah, menegaskan pentingnya menjaga layanan siber, termasuk perlindungan data pribadi.

Baca juga: Perbarindo Gelar Pelatihan Sertifikasi Kompetensi BPR bagi Mahasiswa UGM

“Perbarindo, sebagai asosiasi, menginisiasi penerapan ISO 27001 untuk memastikan bahwa seluruh pengguna di industri BPR mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku, memahami risiko terkait keamanan informasi, serta menerapkan mitigasi terhadap ancaman, khususnya dalam perlindungan data pribadi”, tegasnya, Jumat, 28 Februari 2025.

Transformasi Digital dan Tantangan Keamanan

Tedy melanjutkan bahwa transformasi digital menjadi elemen penting dalam mempercepat inklusi keuangan di berbagai negara.

Di Indonesia, tingkat inklusi keuangan telah mencapai 75,02 persen pada 2024, sebagaimana hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tedy pun menyebut, peningkatan adopsi layanan keuangan berbasis digital harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan keamanan transaksi dan perlindungan data pribadi konsumen.

Hal itu guna memastikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan digital, terutama dengan meningkatnya kasus pencurian dan pemalsuan identitas dalam layanan keuangan digital.

Baca juga: Privy Bagikan Jurus Tangkal Fraudster di Sektor Perbankan

Privy, sebagai penyedia layanan tanda tangan elektronik dan identitas digital berbasis sertifikat elektronik, hadir sebagai solusi bagi BPR/S dalam memastikan keamanan verifikasi identitas nasabah tanpa pertemuan tatap muka.

Keberadaan Privy dinilai bisa membantu dalam proses pembukaan rekening dan pengajuan kredit, sekaligus mencegah pencurian dan pemalsuan identitas. Keamanan tersebut menjadi parameter penting bagi BPR/S dalam mengatasi risiko fraud dan deepfake.

“Privy hadir dengan solusi tanda tangan elektronik tersertifikasi yang memungkinkan BPR untuk mempercepat proses layanan, mengurangi biaya operasional, serta memastikan keamanan transaksi sesuai standar ISO 27001 dan ISO 27701,” ungkap Nicholas Adrianus, Business Development Associate Privy.

Baca juga: Privy Tekankan 2 Hal Ini untuk Keamanan Siber Industri Perbankan

Sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik (PSrE) yang berinduk pada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Privy terlebih dahulu memverifikasi identitas setiap penggunanya berdasarkan data kependudukan dan biometrik sebelum mereka dapat mengakses layanan tanda tangan elektronik.

Privy juga telah menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memverifikasi identitas calon pengguna.

Pemanfaatan Teknologi untuk Keamanan BPR

Dalam seminar tersebut, Muhammad Farid S, Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN) Ditjen Dukcapil Kemendagri, turut hadir dan menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi yang cerdas bagi industri keuangan, terutama bagi BPR dan BPRS dalam membantu UMKM.

“Salah satu pemanfaatan teknologi yang bisa diterapkan yaitu penggunaan tanda tangan elektronik yang dilengkapi dengan sertifikat elektronik dan diakui secara hukum untuk meningkatkan rasa aman bagi konsumen,” katanya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

4 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

12 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

13 hours ago

UMP 2026 Tuai Pro Kontra, Kadin Tekankan Pentingnya Jaga Daya Saing Indonesia

Poin Penting Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai penetapan UMP 2026 memiliki pro dan… Read More

13 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

13 hours ago

OJK Serahkan Tersangka Kasus Manipulasi Saham Sriwahana Adityakarta ke Kejaksaan

Poin Penting OJK telah menyelesaikan penyidikan kasus dugaan transaksi semu saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk… Read More

14 hours ago