Ilustrasi keamanan siber. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Di era digital, cyber crime atau kejahatan siber menjadi tantangan di industri perbankan. Bank Syariah Indonesia (BSI) berkomitmen melindungi nasabah melalui sinergi dengan induknya.
Direktur teknologi informasi BSI, Achmad Syafii mengatakan BSI bersinergi dengan Bank Mandiri, BRI dan BNI dalam membangun infrastuktur digital termasuk dalam hal perlindungan nasabahnya.
“Jadi kami bekerja sama dengan induk kami di samping kemampuan kami sendiri sehingga saling melengkapi untuk hal-hal yang sifatnya terkait dengan security,” ujar Achmad Syafii dalam webminar yang digelar Ikatan Bankir Indonesia (IBI), Rabu, 26 Januari 2022.
Di satu sisi, BSI juga terus menggalakkan edukasi kepada nasabahnya terkait kejahatan siber. Edukasi kepada nasabah penting dilakukan agar nasabah menjadi lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital.
“Edukasi menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kami lakukan terhadap nasabah kami agar mereka juga aware bahwa cyber attack itu tidak langsung menyerang ke sisi perbankan tapi juga dari sisi nasabahnya sendiri,” ucapnya.
Selain itu, Syafii juga berharap pemerintah bisa memperkuat infrastruktur yang lebih aman sehingga dapat memberikan perlindungan bagi nasabah maupun industrinya. Misalnya penerapan single gateway system, sehingga lalu lintas data bisa dimonitor dengan baik. (*) Dicky F.
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More