Peran Penting Bank, Nasabah dan Pemerintah Tangkal Kejahatan Siber

Peran Penting Bank, Nasabah dan Pemerintah Tangkal Kejahatan Siber

Awas! Risiko Serangan Siber di Perbankan Makin Meningkat di Era Industri 4.0
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Di era digital, cyber crime atau kejahatan siber menjadi tantangan di industri perbankan. Bank Syariah Indonesia (BSI) berkomitmen melindungi nasabah melalui sinergi dengan induknya.

Direktur teknologi informasi BSI, Achmad Syafii mengatakan BSI bersinergi dengan Bank Mandiri, BRI dan BNI dalam membangun infrastuktur digital termasuk dalam hal perlindungan nasabahnya.

“Jadi kami bekerja sama dengan induk kami di samping kemampuan kami sendiri sehingga saling melengkapi untuk hal-hal yang sifatnya terkait dengan security,” ujar Achmad Syafii dalam webminar yang digelar Ikatan Bankir Indonesia (IBI), Rabu, 26 Januari 2022.

Di satu sisi, BSI juga terus menggalakkan edukasi kepada nasabahnya terkait kejahatan siber. Edukasi kepada nasabah penting dilakukan agar nasabah menjadi lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital.

“Edukasi menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kami lakukan terhadap nasabah kami agar mereka juga aware bahwa cyber attack itu tidak langsung menyerang ke sisi perbankan tapi juga dari sisi nasabahnya sendiri,” ucapnya.

Selain itu, Syafii juga berharap pemerintah bisa memperkuat infrastruktur yang lebih aman sehingga dapat memberikan perlindungan bagi nasabah maupun industrinya. Misalnya penerapan single gateway system, sehingga lalu lintas data bisa dimonitor dengan baik. (*) Dicky F.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]