Keuangan

Peran Krusial QRIS dalam Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan RI

Jakarta – Kepala Grup Pengembangan UMKM dan Pelindungan Konsumen Bank Indonesia, Diana Yumanta, menjelaskan peran krusial Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam meningkatkan literasi maupun inklusi keuangan di Indonesia.

Salah satu alasan utamanya adalah karena masyarakat langsung mempraktikkan penggunaan QRIS. Diana mengibaratkan orang yang belajar menggunakan QRIS adalah orang yang langsung “diceburkan” ke air untuk belajar renang.

“Sejak QRIS diresmikan secara nasional pada 1 Januari 2020, (penggunaannya) itu diimplementasikan langsung. Ibaratnya, orang diceburkan buat langsung berenang,” kata Diana pada acara Dialog Inspiratif AstraPay bertajuk “Pengembangan Literasi Keuangan Digital Berbasis QRIS: Pendekatan Inovatif untuk Wilayah Indonesia”, Kamis, 13 Juni 2024.

Baca juga: Gara-gara Ini, Tingkat Literasi Digital RI Masih di Bawah Harapan

Lebih lanjut, petinggi BI ini juga meminta Kepala BI Daerah untuk menggenjot penggunaan QRIS di wilayah mereka, khususnya terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Diana juga mengapresiasi bantuan dari banyak lembaga untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dan penggunaan QRIS. Diana mencontohkan, Astra yang memiliki 300 kantor cabang, punya andil dalam hal ini.

“300 kantor cabang itu lebih banyak dari kantor perwakilan BI. Artinya, kita bisa melakukan literasinya secara langsung, dan melakukan nklusi terhadap cabang-cabang yang kita punya,” tutur Diana.

Dengan demikian, saat ini, QRIS bisa menjadi salah satu metode pembayaran yang banyak dipakai masyarakat Indonesia. Tercatat, sejak 2021 hingga 2024 ini, volume transaksi QRIS telah mencapai 4,47 miliar, dan nominal transaksinya sudah mencapai Rp459,4 miliar.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Digital, BI Siapkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030

Bahkan, ekspansi QRIS juga sudah masuk ke 3 negara tetangga, yakni Thailand, Singapura, dan Malaysia. Jadi, wisatawan Indonesia tidak perlu repot-repot menukar uang jika ingin bertransaksi di negara-negara tersebut.

“Bapak-Ibu itu tidak perlu lagi menukar uang. Cukup scan QRIS ya. Karena, kita sudah ada perjanjian kerjasama maka kita bisa melakukan transaksi, sangat mudah,” pungkasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Recent Posts

Banyak Bank Rombak Manajemen, OJK Optimistis Kinerja Perbankan 2026 Lebih Baik

Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More

28 mins ago

Krisis Ekonomi Hantam Iran, Nilai Tukar Rial Ambruk

Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More

43 mins ago

Kasus Pajak PT Wanatiara Persada Terbongkar, KPK Sebut Negara Rugi Rp59 Miliar

Poin Penting KPK mengungkap kerugian negara hingga Rp59 miliar akibat pengurangan kewajiban PBB PT Wanatiara… Read More

52 mins ago

Kriminalisasi Kredit Macet: Wahai Bankir Himbara dan BPD, Stop Dulu Kucurkan Kredit!

Oleh The Finance Team NAMANYA bank, sudah pasti ada kredit macet. Kalau tidak mau macet,… Read More

59 mins ago

Intip Kekayaan Kepala Kantor Pajak Jakut Dwi Budi Iswahyu yang Kena OTT KPK

Poin Penting Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka… Read More

1 hour ago

Defisit Fiskal dan Pertumbuhan Kredit: Penyangga Rapuh PDB dari Sisi Konsumsi Masayarakat

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan STRUKTUR pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama menunjukkan… Read More

1 hour ago