COVID-19 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat dan memaksa setiap orang untuk beradaptasi.
Pembatasan aktivitas dan mobilitas
menyebabkan orang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Aktivitas ekonomi yang turut terdampak menyebabkan tutupnya sejumlah tempat usaha serta pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ada masyarakat yang mampu berdamai dengan situasi yang dialami, tapi tak sedikit yang sulit menghadapinya. Di saat inilah fungsi keluarga sebagai sistem pendukung
berperan besar.
Seperti diketahui, bekerja dari rumah, bersekolah dari rumah, menimbulkan tantangan baru dalam keluarga.
Melihat hal itu, dalam masa pandemi ini,
sangatlah penting bagi keluarga untuk memperhatikan 5 hal ini, diantaranya:
1 Mencegah terjadinya masalah kejiwaan dan gangguan jiwa.
2 Mencegah timbulnya dan/atau kambuhnya gangguan jiwa.
3 Mengurangi faktor risiko akibat gangguan jiwa pada anggota keluarganya.
4 Mengenal kerentanan dalam keluarga.
5 Memperkuat ketangguhan keluarga. (*)
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More