Perkantoran Bank Muamalat Indonesia/Erman Subekti
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan pembiayaan KPR iB Hijrah Baitullah sebesar 17 kali lipat secara year on year (yoy), atau mencapai sekitar Rp361 miliar sepanjang 2025. Adapun jumlah rekening (number of account) juga meningkat 23 kali lipat (yoy) menjadi 630.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, kebutuhan perumahan yang tetap tinggi dan pembiayaan KPR syariah masih menjadi cara yang banyak dipilih masyarakat untuk memiliki rumah. Ini menjadi pendorong pencapaian tersebut.
“Relevan dengan kebutuhan nasabah serta hadirnya layanan digital dalam proses pengajuannya, membuat KPR iB Hijrah Baitullah semakin diminati. Bank Muamalat menawarkan produk ini dengan hadiah porsi pendaftaran haji atau paket umrah tanpa diundi. Tersedia juga opsi hadiah lain seperti wakaf masjid, wisata halal, dan logam mulia,” ujar Ricky, dalam keterangannya, Jumat, 13 Februari 2026.
Baca juga: Pembiayaan Haji Khusus Bank Muamalat Naik 2,5 Kali Lipat di Oktober 2025
Menurut Ricky, keunggulan program KPR iB Hijrah Baitullah antara lain bebas biaya appraisal untuk program spesial take over, kemudahan persyaratan dokumen, hingga pembiayaan yang sifatnya fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
Produk pembiayaan perumahan dari bank pertama murni syariah di Indonesia ini memberi skema angsuran ringan dengan tenor hingga 25 tahun. Nasabah dapat memilih skema angsuran berjenjang (step-up) atau tetap (fixed) sepanjang tenor.
KPR iB Hijrah Baitullah menggunakan akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ). Tujuan pembiayaan juga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah seperti untuk pembelian rumah, take over, top up maupun refinancing.
Baca juga: Hadapi Banyak Tantangan, Begini Strategi Bank Muamalat Genjot Penyaluran KPR
Ricky menambahkan, nasabah dapat mengajukan KPR iB Hijrah Baitullah secara digital lewat website kprhijrah.id. Bank Muamalat memberikan pengalaman yang seamless kepada nasabah mulai dari pengajuan awal hingga monitoringproses secara realtime.
“Hal ini tentunya memberikan fleksibilitas bagi nasabah dengan mobilitas yang tinggi. Langkah ini memungkinkan kami dapat menjangkau lebih banyak nasabah di berbagai wilayah, termasuk yang belum memiliki akses ke kantor cabang,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pemerintah menyiapkan kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat konsumsi energi, khususnya BBM.… Read More
Poin Penting PT Gala Bumiperkasa (PT GBP) dijatuhi sanksi Rp214,68 miliar karena melaporkan SPT tidak… Read More
Poin Penting IHSG sesi I Kamis (26/3) ditutup melemah 1,21 persen ke level 7.214,08 dari… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan sistem Coretax akan terus diperbaiki agar lebih… Read More
Poin Penting OJK menyatakan belum menerima secara resmi paket calon direksi BEI hingga saat ini… Read More
Poin Penting DJP mencatat 9.072.935 SPT Tahunan PPh 2025 telah dilaporkan hingga 25 Maret 2026… Read More