Poin Penting
- Penerapan AI yang bertanggung jawab mampu mempersempit kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia sekaligus menekan inflasi biaya medis
- Lonjakan biaya medis memaksa hampir seluruh perusahaan asuransi kesehatan menaikkan premi secara signifikan, bahkan hingga 100 persen
- Sejak hadir 2019, Medix berhasil menekan biaya dan tindakan medis yang tidak perlu, meningkatkan akurasi diagnosis dan perawatan personal.
Jakarta – Perusahaan manajemen medis, Medix Global menekankan pentingnya penggunaan artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) dalam mempersempit kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
CEO Medix Global Sigal Atzmon mengatakan, kondisi sistem kesehatan Indonesia dan tren inflasi biaya medis terus meningkat sehingga masih menjadi tantangan signifikan dalam mewujudkan potensi Indonesia secara optimal.
Ia menyebut, berdasarkan data sejumlah sumber menunjukkan bahwa inflasi biaya medis di Indonesia mencapai 19,8 persen pada 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan sebesar 13,2 persen pada negara Asia lainnya.
Sebagai antisipasi, hampir seluruh perusahaan asuransi kesehatan menyesuaikan harga produk mereka sehingga terjadi kenaikan premi yang signifikan, bahkan mencapai 100 persen untuk beberapa produknya.
“Dengan berbagai tantangan tersebut, penerapan AI yang bertanggung jawab sekaligus terarah dapat mengatasi kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia,” ujarnya, di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
Atas kondisi tersebut, Medix hadir di tengah kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia dengan menjalin kemitraan baru untuk mengimplementasikan solusi inovatif yang benar benar memberikan dampak nyata bagi pasien, penyedia layanan, dan ekosistem kesehatan secara keseluruhan.
“Tahun 2025 menjadi tahun yang sangat penting bagi Medix di Indonesia. Kami menjalin kemitraan baru dan meluncurkan aplikasi milik Medix yang sepenuhnya tersedia dalam Bahasa Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Lumpur Hambat Pemulihan Layanan Kesehatan di Aceh Tamiang
Ia menegaskan, Medix selalu berfokus menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan hasil kesehatan, tetapi juga membantu mengendalikan inflasi biaya medis serta memastikan keberlanjutan sistem kesehatan.
“Di Medix, kami telah memanfaatkan AI dan analitik data yang dipadukan dengan sentuhan manusia untuk menghadirkan layanan kesehatan virtual yang personal, mulai dari navigasi perawatan, pencegahan, dukungan kesehatan mental, hingga menghubungkan pengguna dengan keahlian medis global melalui aplikasi kami,” bebernya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menganalisis data yang dipublikasikan dalam literatur medis mengenai dampak penggunaan clinical decision support berbasis large language model dalam praktik layanan kesehatan.
Transparansi Layanan Kesehatan
Chief Business Officer Medix Global Jonathan Sternberg memperjelas pentingnya kualitas dan transparansi dalam layanan kesehatan. Di mana, solusi berbasis AI dan data mampumentransformasi seluruh rantai nilai bagi konsumen kesehatan dan asuransi kesehatan.
“Kita perlu beralih dari sekadar mengejar tren inflasi biaya medis, menuju pemberian sarana bagi masyarakat untuk mengelola kesehatannya secara personal, transparan, dan berkelanjutan mulai dari pencegahan, penanganan kondisi medis, hingga pemilihan layanan yang tepat,” katanya.
Baca juga: Allianz Tambah Donasi 200 Ribu Euro untuk Bencana Sumatra, Fokus Layanan Kesehatan
Ia membeberkan, dalam banyak kasus di Indonesia, pasien sebenarnya dapat dirawat dengan sangat baik di dalam negeri dengan biaya yang jauh lebih rendah dibanding di luar.
Sayangnya, belum tercipta tingkat kepercayaan kuat serta terbatasnya akses mendapatkan layanan tersebut dan salah satu misi Medix adalah mendukung lanskap layanan kesehatan lokal serta mengurangi perjalanan ke luar untuk mendapatkan perawatan kesehatan.
”Terlepas dari performa ekonomi Indonesia yang mengesankan, terjadi inflasi terhadap biaya medis sebesar 13-20% per tahun yang menunjukkan ketidaksinambungan, ini berisiko membuat semakin banyak masyarakat tidak mampu mengakses perlindungan kesehatan yang memadai, alih-alih meningkatkan penetrasi asuransi,” tambahnya.
Sejak hadir di Indonesia pada 2019 dan mendukung para konsumen, Medix berhasil membantu 20.3% anggotanya terhindar dari biaya yang tidak perlu serta tindakan medis besar yang sebenarnya dapat dihindari.
Selain itu, 51 persen anggota menerima rencana perawatan yang lebih akurat dan personal, sementara Medix memberikan dampak pada proses diagnosis dalam 21,7 persen kasus medis.
Program layanan kanker Medix telah menyelamatkan dan berdampak pada begitu banyak nyawa dengan memberikan hasil penanganan yang baik, yaitu sebanyak 37 persen kasus.
Dalam layanan perawatan preventif, Medix berhasil menghindari atau mengurangi skrining yang tidak diperlukan pada 54,1 persen kasus. Dari mereka yang menjalani skrining, 27,5 persen teridentifikasi memiliki risiko sedang hingga tinggi terhadap kondisi sindrom metabolik, sehingga memungkinkan intervensi yang lebih tepat sejak dini.
Pada manajemen penyakit kronik, Medix telah menghasilkan hasil signifikan dengan 37 persen kasus mengalami penyembuhan total dari kondisi kronis, 92 persen kasus mengalami perbaikan indicator kesehatan dalam 6 bulan, termasuk kondisi tekanan darah (BP) dan HbA1c (Hemoglobin A1c) yang membaik.
“Sebanyak 87 persen klien kami juga telah mengubah gaya hidupnya sesuai rekomendasi Medix dan disiplin dalam menerapkannya. Klien Medix di Indonesia mencakup perusahaan asuransi terkemuka, perusahaan reasuransi, broker, serta korporasi besar,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama









