Aksi panggung Jamie Aditya & The Mezzrollers di Jazz Gunung Bromo 2025, yang digelar di Amphitheater Jiwa Jawa Resort Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu, 19 Juli. (Foto: M. Ibrahim)
Probolinggo – Berbeda dari tahun sebelumnya, perhelatan Jazz Gunung Bromo 2025 digelar dua kali dalam satu bulan.
CEO Jazz Gunung Indonesia Bagas Indyatmono menjelaskan alasan digelarnya Jazz Gunung Bromo 2025 digelar dua kali di Juli 2025.
Salah satu alasan lantaran terbatasnya kapasitas Amphiteater yang menjadi panggung para musisi.
“Kami menyadari bahwa kapasitas Amphiteater ini terbatas dan tidak bisa diperluas lagi. Salah satu caranya dengan menambah hari dan festival,” ujarnya, dikutip Sabtu, 19 Juli 2025.
Dengan menambah hari, kata dia, akan menjadi daya tarik yang lebih besar untuk calon sponsor yang mendukung Jazz Gunung Bromo 2025. Hal tersebut menjadi strategi dalam menambah jumlah eksposure yang lebih besar.
Baca juga : BRI Malang Pacu Transaksi BRImo di Jazz Gunung Bromo 2025, Segini Targetnya
Ia pun menargetkan Jazz Gunung Series 2025 dapat menembus pengunjung hingga 25.000 orang. Angka ini tidak muluk-muluk, mengingat setiap tahun peminat jazz semakin bertambah.
Berbeda dengan pengunjung Jazz Gunung Slamet sebelumnya yang didominasi mahasiswa, segmentasi pasar yang digarap Jazz Gunung Bromo, yakni usia 30-50 tahun, atau kalangan dewasa atau sudah berkeluarga.
Baca juga : Mantap! Jazz Gunung 2025 Hasilkan Perputaran Uang Rp40 Miliar Sekali Gelar
“Di setiap Jazz Gunung Series kita punya target yang berbeda-beda setiap tempatnya. Di Gunung Selamet, Purwokerto karena ada beberapa kampus yang besar maka target market kami mahasiswa. Sedangkan kalau di sini segmen penontonnya 30-50 tahun yang sudah berkeluarga,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More