Poin Penting
- Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion bank mencapai 500 ribu, didominasi Gen Z dan Milenial (usia 20–40 tahun).
- Layanan bank emas BSI sepenuhnya digital melalui superapps BYOND by BSI, mencakup jual beli, transfer, cetak emas fisik, cicil emas, hingga gadai emas
- Minat investasi emas meningkat seiring kenaikan harga emas bullion 56,22 persen ytd sejak Februari 2025.
Jakarta – Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat kinerja solid pada layanan bank emas atau bullion bank. Direktur Distribution and Sales BSI, Anton Sukarna mengungkap penjualan emas BSI melalui superapps BYOND by BSI menembus 2,18 ton emas hingga Desember 2025.
“Alhamdulillah jumlah nasabah khusus bulion bank juga telah menembus 500 ribu yang didominasi rentang usia 20-40 tahun atau kategori Gen-Z dan Gen Milenial,” ujar Anton, Rabu, 14 Januari 2026.
Anton menjelaskan, investasi emas di BSI dapat dilakukan secara digital melalui superapps BYOND by BSI, yang memungkinkan nasabah bertransaksi secara realtime selama 24 jam.
Melalui aplikasi BYOND, nasabah dapat melakukan pembelian emas, penjualan emas, transfer emas, hingga mencetak emas fisik sesuai kepemilikan.
Selain itu, nilai investasi dapat dipantau secara langsung, sementara aspek keamanan tetap terjaga karena emas fisik disimpan di smart vault milik bank.
Baca juga: Jurus Baru BSI Garap Segmen Ritel Syariah
Tak hanya transaksi jual beli, BYOND juga menyediakan fasilitas cicil emas dan gadai emas. Layanan cicil emas memungkinkan nasabah membeli emas dengan harga hari ini dan melunasinya secara bertahap, sehingga memberikan fleksibilitas dalam perencanaan keuangan.
BSI pun terus mendorong literasi investasi emas, khususnya di kalangan generasi muda, melalui kampanye pembelian emas mulai dari Rp50 ribu. “Emas ini cocok sebagai investasi jangka menengah dan panjang, misalnya untuk perencanaan haji, pendidikan, maupun dana darurat yang membutuhkan likuiditas cepat,” kata Anton.
Sejak peluncuran layanan bank emas pada 26 Februari 2025, harga emas bullion tercatat naik 56,22 persen secara year-to-date (ytd). Kenaikan harga emas ini menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya minat investasi emas.
Di sisi lain, kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan potensi emas nasional melalui moneterisasi investasi emas turut memperkuat pengembangan layanan bank emas.
Baca juga: BSI Pastikan Layanan Normal, Warga Aceh Bisa Tukar Uang Rusak di Seluruh Outlet
“Sebagai bank emas pertama di Indonesia, BSI telah mengantongi izin perdagangan emas, penjualan emas, serta penitipan emas, sehingga menghadirkan layanan yang lengkap dan terintegrasi bagi masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, BSI akan terus memperkuat akselerasi digital melalui inovasi berkelanjutan pada superapps BYOND, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing dan mendekatkan layanan kepada nasabah. (*) Ayu Utami










