Jakarta – PT Jamkrindo bersama anak usahanya PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar) telah melakukan penjaminan senilai Rp14,4 triliun untuk penjaminan kredit modal kerja (KMK) dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang digagas oleh pemerintah.
Direktur Utama Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perseroan telah merealisasikan penjaminan PEN senilai Rp9,9 triliun dan Jamsyar senilai Rp4,5 triliun.
“Jamkrindo bersama anak perusahaan mendukung penuh program pemerintah melalui penjaminan KMK untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional,” ujarnya, pada keterangan resmi seperti dikutip Senin, 26 April 2021.
Dia menjelaskan, bahwa Jamkrindo dan Jamsyar telah memberikan penjaminan kepada 936.731 debitur, yakni para pelaku usaha yang telah mendapatkan KMK yang dikirimkan oleh bank.
“Jamkrindo telah bekerja sama dengan berbagai kalangan, utamanya perbankan untuk mendorong agar program tersebut bisa berjalan sukses dengan tujuan menambah keyakinan perbankan dalam menyalurkan kredit modal kerja kepada pelaku usaha,” terangnya.
Program penjaminan PEN bertujuan melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dari sektor riil dan sektor keuangan dalam menjalankan usahanya. Jamkrindo yang merupakan anggota dari holding Indonesia Financial Group (IFG), turut ditugaskan sebagai penjamin kredit usaha rakyat (KUR).
“Kami senantiasa hadir dalam program-program pemerintah untuk mewujudkan semakin banyaknya UMKM bisa naik kelas,” ucapnya.
Sebagai perusahaan penjaminan kredit, Jamkrindo memiliki berbagai produk, baik produk penjaminan program maupun penjaminan nonprogram. (*) Steven Widjaja
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More